Pengalaman Berwisata

Di sela – sela libur panjang pascapemilu, saya diajak untuk mencicipi moda transportasi baru di Jakarta, MRT (Mass Rapid Transportation). Sebetulnya, wacana untuk nyobain MRT ini saya tahan – tahan sampai setidaknya satu tahun beroperasi. Alasannya cukup teknis: belum “terdeteksinya” kesalahan – kesalahan dan masih ramai orang yang “nyoba.” Dalam setahun, saya rasa dua pertimbangan … Continue reading Pengalaman Berwisata

Yang Tak Pernah Terbalas

Wajahku masih berminyak saat pesanmu tiba, “bagaimana jika pada akhirnya kita tersadar bahwa kita berbeda?” tulismu. Tanganku gemetar, pipiku kebas, kududuki ujung dipan sambil menatap layar ponsel. Mencintaimu selayaknya terlibat dalam judi pinggiran bersama supir – supir angkot. Nampak seru, namun kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Bentakan, sindiran, sampai digrebek polisi bisa … Continue reading Yang Tak Pernah Terbalas

Tidak Ada Bianglala di Cikini

Saya berjalan dari Kantor Pos Cikini sampai Taman Ismail Marzuki. Pendar lampu listrik berbaur dengan cahaya – cahaya bulan. Di bagian yang tak berlampu, cahaya bulan melapisi malam, menjadikannya kekuningan. Cahaya yang terpantul dari kaca – kaca kedai mengesankan kesunyian. Saya melangkahkan kaki pada tiap cahaya yang jatuh ke jalanan. Saat itu saya merasa hidup … Continue reading Tidak Ada Bianglala di Cikini

Masihkah Kita di Jalan Yang Sama?

Mendengarkan kembali lagu – lagu lawas membuat saya memanggil ulang memori – memori pada momen – momen terdahulu. Saya kerap kali melakukan asosiasi – asosiasi tiap mendengarkan sebuah lagu, semisal ketika mendengar Pance Pondaag, Meriam Bellina, Dian Piesesha, dan beberapa musisi sejawat lainnya saya teringat perjalanan mudik ke kampung halaman dengan kijang doyok yang suka … Continue reading Masihkah Kita di Jalan Yang Sama?