Sindiran Untuk Direnungkan

dapet file ini dari komputer , gatau punya siapa . entah file punya ayah saya atau bukan . yang jelas ini cerita cukup menarik bagi saya , semoga menarik juga untuk yang lainnya . nih ceritanya

“Suatu hari ada email masuk ke mailbox saya, ternyata isinya adalah sindiran mengenai perilaku manusia, saya rasa perlu kita cermati, jangan sampai kita seperti yang tertulis didalamnya, dalam email tersebut tertulis:”

Diawal zaman, Allah menciptakan seekor sapi. Beliau berkata kepada sang sapi “Hari ini kuciptakan kau! Sebagai sapi engkau harus pergi kepadang rumput. Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari. Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun”. Sang Sapi keberatan, “Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun. Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30 tahun”. Maka setujulah Allah.

Dihari kedua, Allah menciptakan monyet. “Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!” Sang monyet menjawab “Apa? Menghibur mereka dan membuat mereka tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu”. Maka setujulah Allah.

Dihari ketiga, Allah menciptakan anjing. “Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu. Setiap orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu selama 20 tahun!” Sang anjing menolak, “Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun? Tidak mau! Kukembalikan 10 tahun padamu”. Maka setujulah Allah.

Dihari keempat, Allah menciptakan manusia. Sabda Allah, “Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang. Inilah kehidupan. Kau akan menikmatinya. Akan kuberikan engkau umur sepanjang 20 tahun!” Sang manusia keberatan, katanya “Menikmati kehidupan selama 20 tahun? Itu terlalu pendek Allah. Begini saja, karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing mengembalikan 10 tahun, dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah semuanya itu padaku. Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 70 tahun. Setuju?” Maka setujulah Allah.

AKIBATNYA……
Pada 20 tahun pertama kehidupan, kita makan, tidur dan bersenang-senang. 30 tahun berikutnya, kita harus bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita. 10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa dengan berperan sebagai monyet. Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu, dan menggonggong kepada orang yang lewat.

Begitulah, tentu kita sebagai manusia yang sebenar-benarnya manusia (dibekali hati nurani dan akal pikiran) tidak mau ibaratkan seperti manusia yang tertulis dalam email itu bukan?

Advertisements

28 thoughts on “Sindiran Untuk Direnungkan

  1. jadi semoga kita sebagai manusia bisa semaksimal mungkin memanfaatkan sisa umur yang ada, tidak untuk diri kita tapi buat keturunan kita

  2. oalaaa dasar manusia ‘makhluk omnivora’ tak pernah puas dengan apa yang diberikan Allah SWT… Jangan-jangan sifat kesatwaan lebih dominan dalam diri kita daripada sifat kemanusiaan… hehe jadi kaisinan ku sapi…

  3. maaf boz setelah kubaca berulang2 ada satu kata yang harus di ralat. Mohon di ralat ‘Allah’ di ganti tuhan.. Karna kalo mang benar tu sabda Allah seharusnya di cantumkan ayat al-quran tow hadits qudsi.. Atas perhatianya ku ucapkan terimakasih.

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s