Flood Fair: A Series of Lines to Enjoy Jakarta!

Slogan Enjoy Jakarta tidak asing lagi mungkin di telinga kita. Yup, Enjoy Jakarta adalah slogan yang meminta warga atau pendatang yang ke Jakarta, secara harfiah, Menikmati Jakarta. Bahkan, Gubernur Joko Widodo juga tidak paham dengan slogan ini, “Enjoy Jakarta, Tapi yang di Enjoy itu apa? Enjoy di mana? Saya juga nggak ngerti hahaha”. Saya sendiri pun kurang tau apa arti lain dari slogan Enjoy Jakarta ini. Lagipula, saya orang Depok hehehe

Lalu, maksud enjoy itu apa? Googling sana googling sini, ternyata itu adalah usaha pemerintah untuk memaknai kembali kota Jakarta yang semakin hari tidak bisa dinikmati nuansa positifnya. Yah, kita lihat saja, kemacetan, kriminalitas, kemiskinan, banjir di kala musim hujan sudah menjadi makanan rutin bagi Jakarta setiap tahunnya. Sebuah paradox besar bagi kota metropolitan sekaligus pusat pemerintahan bagi negeri ini di mana perputaran uang tercepat berada di Jakarta dan pergerakan air yang tersendat juga berada di sini.
Sejarah banjir di Jakarta menurut yang saya baca di sini diceritakan bahwa

Sesungguhnya banjir di ibu kota bukanlah masalah baru. Pemerintah kolonial Belanda pun sudah sedari awal dipusingkan dengan banjir dan tata kelola air Jakarta. Hanya berselang dua tahun setelah Batavia dibangun lengkap dengan sistem kanalnya, tahun 1621 kota ini mengalami banjir. Ini adalah catatan pertama dalam sejarah Hindia Belanda, di mana pos pertahanan utama VOC di Asia Timur itu dilanda banjir besar. Selain itu banjir-banjir kecil hampir setiap tahun terjadi di daerah pinggiran kota, ketika wilayah Batavia telah melebar hingga ke Glodok, Pejambon, Kali Besar, Gunung Sahari dan Kampung Tambora. Tercatat banjir besar terjadi antara lain pada tahun 1654, 1872, 1909 dan 1918.

Sejak tahun 1913, Belanda mengalokasikan dana 2 juta gulden untuk mengatasi banjir. Van Breen menjadi insinyur yang mendesain upaya itu. Salah satu produknya adalah pembuatan banjir kanal. Namun, Banjir Kanal Barat yang dibuat Van Breen tahun 1920-an belum tuntas pembangunannya hingga Belanda pergi. Sedangkan Kanal Lingkar Kota dan sistem polder di sejumlah area genangan banjir sama sekali belum terbangun.

wahaha gak nyangka, kan. Belanda juga sempat ngurusin banjir di Jakarta.. sisi baik penjajah ada aja, deh :rotfl: ya, dari fakta ini memang tak bisa dipungkiri banjir di Jakarta memang agak sulit dihilangkan, bahkan, dikurangi intensitasnya saja memerlukan tenaga extra, kan? Pemimpin Jakarta dari tahun ke tahun, sampai sekarang kepemimpinan Joko Widodo, banjir ini selalu jadi penghias kota metropolitan ini. saya memang bukan warga Jakarta, tetapi saya sering menikmati apa-apa yang ada di Jakarta. at least, jadi ngerasa peduli gitu deh sama Jakarta #tsah

hari ini, 22 Desember. bertepatan dengan hari ibu, ibu kota kita mengalami banjir (rutinan) yang cukup bikin heboh, seheboh timeline saya di twitter.. semua membahas tentang banjir serta menyertakan foto di mana mereka berada.

taken by @lickz

dia melihat seorang bule yang berkata, “Jakarta is flooding? Great! I can cancel my Bali trip and just surf here.” 🙄

atau foto ini yang sedikit absurd tentang bagaimana menghadapi banjir di Jakarta

pic from @amie_ardhini

PAKE CANOE!!!!!! GILAK, GAK TUH :))))))

buruknya sistem drainase menyebabkan beberapa ruas jalan di Jakarta digenangi air. volume air hujan yang jatuh sangat banyak, sedangkan drainasenya tidak mampu mengatur aliran air yang berlimpah itu. Masalah banjir ini bukan salah dari pemimpin Jakarta, ini menjadi sebuah “PR” besar bagi warga Jakarta untuk membantu mengatasi banjir ini, dimulai dari hal yang kecil yaitu buang sampah pada tempatnya. kemudian, dikuatkan lagi dengan pemerintah daerah dengan awak-awaknya untuk membuat kebijakan dalam menanggulangi banjir.

gak mau kan kita jalannya harus kayak gini

nah, kalo udah gitu.. paling enggak, Jakarta sendiri gak bakal keliyengan ngadepin banjir.. kan kite juga yang enak, kite juge yang enjoy!

9 thoughts on “Flood Fair: A Series of Lines to Enjoy Jakarta!

  1. terlepas dari buruknya tabiat dan kultur orang jakarta yg sebagian besar masih sungkan buang sampah di tempat semestinua, i blame foke karena semasa jadi gubernur kerjanya maen golf melulu. engga pernah memikirkan bembenahi mental dan kultur orang jakarta dan anakbuahnya … FOKE YU! foke FOKE YU :mrgreen:

    1. saya denger2, sampai saat ini.. banjir yang terjadi di jakarta dari kepemimpinan sutiyoso sampe jokowi ini, “banjir”nya foke paling kecil, lhoo…. ya walaupun gara2 aer ujan juga :))

  2. setuju, mari kita buang sampah pada tempatnya, 1 langkah kecil, dan mudah dilakukan bagi setiap orang, tapi 1 langkah kecil ini bisa bisa berdampak besar di masa depan 🙂

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s