Kemajuan Zaman dan Perkembangan Anak

Kekinian, seiring bertambahnya tahun, kemajuan teknologi, juga kemajuan zaman, seyogyanya mempunyai dampak pada masa kanak-kanak anak zaman sekarang yang mungkin saja karena itu semua sebagian masa kecilnya diisi di depan layar beresolusi. Kekhawatiran hilangnya masa kanak-kanak yang semestinya menjadi problema dasar dalam mendidik anak.

Anak yang masa kecilnya direngguy oleh keseharian memakai teknologi pasti psikologisnya berbeda dengan anak yang masa kecilnya “jauh” dari teknologi, dalam artian anak tersebut bermain seperti anak kecil sewajarnya. Tentunya itu bisa dikatakan tidak sebagai problema apabila kita mempunyai metode khusus dalam mendidik anak-anak.

Saya seorang anak pertama dari tiga bersaudara. Adik pertama saya, Ira, kelas 3 SMP, yang kedua, Fika, kelas 3 SD. Menyambut paragraf sebelumnya, saya sebagai layaknya kakak -yang baik- #ciee berkewajiban dong dalam membantu pertumbuhan adik-adik saya #ciebangetdah #sisiran. Tapi, saya kebanyakan bermain dgn adik saya yg SD disebabkan yang SMP sepertinya sudah punya dunia sendiri *pengalaman*

Sebagai sosialisasi primer, alhamdulillah apa yang saya ajari ke adik saya, masuk tepat dalam paradigmanya. Cara yang saya lakukan sebagai berikut.

Dalam menghadapi “serangan” teknologi. Tidak bisa dipungkiri, Fika punya handphone, padahal baru kelas 3 SD yang dulu saya sedikit heran, karena dulu pertama punya hape itu kelas 1 -_-* -agak sirik juga sebenernya-. Saya selalu mengingatkan padanya, kalau hape gunanya untuk menghubungi ibu, ayah, mas(saya), aja. Melalui pendekatan personal yang intensif, perlahan tapi pasti, cara itu berhasil! Ia selama ini menggunakan handphone benar2 sesuai kebutuhan seperti yg saya ajarkan. Hebatnya, dia menghubungi temannya via sms, untuk ngajak bermain sepeda! Ini menurut saya keberhasilan kecil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Jadi, memakai teknologi(sms) untuk mengajak untuk menikmati masa kanak-kanak yang semestinya.

Bagaimana kalau tidak ada temannya?
Main bareng sama kita! Ya, buat suasana senyaman mungkin.. Lakuin hal-hal yang bertujuan supaya ditiru sama adik kita. Karena apa yang sering dilihat itulah yang akan cenderung dilakukan.

Kalo kita gak ada dan temannya juga ada?
Ini biasanya kecil terjadi seperti ini. Umumnya seorang anak kecil pasti butuh namanya teman, toh? Tapi ga apa, saya coba memaparkan, pada jawaban sebelumnya saya tulis bahwa kita harus buat suasana senyaman mungkin, lalu lakukan sesuatu yang kira2 mau ditiru olehnya. Nah itu! Itu kuncinya, kalo saya, saya suka baca, akhirnya ditirulah sampai sekarang olehnya.

Gimana agar semua cara itu dampaknya berkelanjutan?
Selama cara yang saya tulis dilakukan dengan baik dan benar, pasti dampaknya akan berkelanjutan. Buktinya, baru saja terjadi semalam. Asiknya saya bermain dengan laptop, sampai saya ditegur oleh adik saya.. “ah, mas, main laptop mulu..” padahal saya saat itu sedang diajak main. Hehehe malah saya yang nakal.

Yah, itulah sedikit kisah saya dalam membantu mendidik adik saya. Berharap apa yang saya didik dilakukannya dengan baik sampai dewasa.

“apa yang kalian sering lakukan kepada anak ajar anda, akan terekam oleh memorinya”

jadi lakukanlah yang baik-baik untuk sekitar anda :mrgreen:

 

salam dari adik saya

IMG_9358

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s