We are happy, being happy teacher

Mengajar merupakan gerakan menyebarkan ilmu, memberi pengalaman, dan menggali mimpi-mimpi mereka yang kita ajar. Pengalaman mengajar sekolah dasar untuk pertama kalinya, saya rasakan tahun 2012 lalu, kurang lebih mengajar sekitar satu semester. Setelah melewati tahap-tahap penyeleksian pengajar, Alhamdulillah saya terpilih menjadi salah satu pengajar. Kebetulan, saya saat itu mengajar bahasa inggris untuk kelas 4 SD.

Happy teacher adalah sebuah gerakan di mana para pengajar mengajar pelajaran Bahasa Inggris, IPA, Matematika, Kesenian dan Bahasa Indonesia di beberapa SD di Jatinangor dan satu PAUD. Kegiatan yang sudah diikuti oleh kurang lebih 100 mahasiswa dan mahasiswi ini rutin dilakukan pada hari weekday dan weekend sesuai dengan shift masing-masing anggota JEC. Happy Teacher berdiri di bawah naungan JEC (Jatinangor Education Care), sebuah lembaga independen yang peduli dan bergerak di bidang pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi para anggotanya terhadap kemajuan pendidikan dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Terutama di daerah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Setelah diberi persiapan seminggu, saya mendapat amanah untuk mengajar di SD Kananga. Akhirnya, hari pertama saya membagi ilmu ke murid dimulai. Saya mengajar setiap hari Rabu selama satu semester. Kebetulan saya mendapat partner dari jurusan Hubungan Internasional, Kak Tiara. Kedatangan kami disambut dengan sautan ketua kelas “beri salam” kemudian disambut anak-anak sekelas “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”. DEG, inikan dulu yang saya rasakan ketika SD. Sedikit tidak menyangka akan menerima sambutan seperti itu :’)

photo (1)

photo (4)
Seperti halnya anak SD, ada anak barisan yang mudah diatur, ada yang tidak.. pada dua kali kedatangan mengajar kami, anak-anak masih mudah diatur, masih nurut apa yang diperintah. Namun, minggu selanjutnya, karena mereka telah menganggap kami sudah dekat dengan mereka, jadi kelakuan asli mereka keluar…

This is the nightmare begin……….

Tiap minggu selalu saja ada mainan yang mereka mainkan, pletokan, kartu, gambar… saya sendiri bathin, ‘duh, ternyata dulu gue juga gini.. kasian juga guru gue’ *menghela nafas panjang* terpaksa kami keluarkan jurus terakhir, yaitu ngambek dan pengancaman. Kami mengancam, kalau masih susah diatur, minggu depan kami tidak akan mengajar lagi.. alhasil cara itu lumayan sukses meredam (ya walaupun masih ada anak yang bandelnya naujubila). Kalau mereka lagi asik, mudah diatur, saya suka dalam hati “duh kapan sih ngajar lagi..”, tapi kalau mereka sudah sulit diatur “duh semester ini kapan berakhir sih”  -__-*.


photo (5)

photo (6)

Capek, seru, luar biasa! Itulah perasaan saya ketika Kelas Inspirasi hari itu berakhir. Banyak pelajaran yang saya dapatkan. Tak hanya anak-anak, saya pun mendapatkan inspirasi dari kegiatan ini. Baru saya merasakan, menjadi guru SD sungguh luar biasa! Mereka harus bisa menjadi superman dan superwoman bagi anak-anak. Saya yang mengajar sehari saja capek, bagaimana mereka yang mengajar sampai puluhan tahun? Empat jempol bagi para bapak dan ibu guru! Pengalaman adalah guru terbaik, begitu pula, guru adalah pengalaman terbaik!

5 thoughts on “We are happy, being happy teacher

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s