UNdur? UNdur?

Kericuhan pelaksanaan Ujian Nasional sempat menjadi trending topic di Indonesia. Pemerintah sepertinya kurang siap dalam pelaksanaan ujian nasional ini, dari adanya penundaan ujian nasional sampai bocornya jawaban-jawaban, padahal UN tahun ini ada 20 tipe soal. Bisa bocornya 20 tipe soal ini menjadi sebuah tanda tanya besar kepada penyelenggara UN, lho! Kok bisa gitu, 20 tipe soal bochoooor

Kebocoran ini, malah tidak diakui oleh Kemendikbud, Bapak M. Nuh. Dalam beberapa liputan berita, ia menyangkal bahwa Ujian Nasional kali ini bocor. Saya pun, orang awam dalam dunia pendidikan sudah bisa menduga, kalau tiap ujian nasional ini pasti bisa bocor.

Kenapa?

Pertama, ujian nasional ini menjadi tolak ukur sekolah. Kemudian,  ujian nasional ini mempunyai syarat kelulusan berupa standar nilai. Apabila ada anak murid yang tidak mencapai syarat kelulusan ini, akan memberatkan sekolah yang mana berpengaruh kepada ranking, harkat, dan martabat sekolah tersebut. Logikanya, sekolah mana yang ingin derajat/rankingnya turun karena satu atau dua orang anak tidak lulus ujian nasional? Apa sekolah membantu dengan memberikan bocoran? Bisa juga. Tapi, umumnya sekolah tidak ingin mengambil risiko besar itu. Pandangan saya, mungkin beberapa guru sudah paham apabila sedang mengawas ujian nasional, dengan “memberi jalan” kepada murid agar “leluasa” mengerjakannya. #thatsmyopinion

Dari kisruhnya pelaksanaan UN tahun ini, kembali memperkuat argumen-argumen akan ditiadakannya UN untuk kedepannya. Bahkan, yang belum merasakan UN pun gembor-gembor ingin UN ditiadakan. Takut? Hehehehe

Saya di sini akan memberi sisi lain dari gembar-gembornya penghapusan UN dan sedikit tentang bocornya kunci jawaban UN. Biar pandangan kita adil antara kanan dan kiri. Sebenarnya ini sudah saya bahas di twitter saya beberapa minggu lalu, jadi saya ambil ulang saja.

@rivanlee:  Nih yg belum liat bentuk bocoran jawaban UN tahun ini hihihi pic.twitter.com/IXaV4HZJ8N
@rivanlee:  Atau liat contoh bocoran lain + baca kisah UN tahun ini di sini http://wp.me/pNp4Z-gb 
@rivanlee:  Dari sumber yg gue baca, KATANYA ada maksud juga kenapa matematika ditaruh gak di hari pertama. Karena ditakutkan siswa kesulitan ngerjain.
@rivanlee:  Matematik = siswa kesulitan = takut pd ga lulus. + di hari pertama sangat sulit membuat/ngurus kunci jawaban(krn soal msh dlm perjalanan).
@rivanlee:  Jadi bahasa indonesia di hari pertama[coincidence?], yg kemungkinan murid bisa ngerjain.. setelahnya, kunci dpt leluasa didapat..
@rivanlee:  Nih berita, kunci jawaban ujian nasional dihargai 15 juta http://www.tempo.co/read/news/2013/04/17/079474075/Harga-Kunci-Jawaban-Unas-di-Mojokerto-Rp-15-Juta  lumayan kan bisa dapet scoopy satu
@rivanlee:  ada di beberapa daerah mafia UN pasang harga 150-200k/siswa x 1angkatan(300-400orang) x ratusan sekolah(p. jawa) = naik haji satu rt
@rivanlee:  Pake kunci jawaban sih gapapa, asal main bersih aja. Itu kuncinya. #firullahaladzim
@rivanlee:  dari dulu sampe kemaren, gembor2 penghapusan UN. bentar, UN ini utk tolak ukur pusat u/ pemetaan pendidikan lho. juga ladang emas bagi para mafia UN
@rivanlee:  nah, masalahnya disamping gembor2 pengapusan UN, belom ada cara yg tepat buat ngukur pemetaan pendidikan tsb.
@rivanlee:  kalo w juga bingung, UN tetep ada atau dihapus. *benerin kerudung*
@rivanlee:  coba deh baca ini http://binaizza.wordpress.com/2012/03/29/sistem-ujian-nasional-di-malaysia/ … gimana ujian kalo di Malaysia
@rivanlee:  Logikanya, siswa(trmsk gue) stress ngadepin sesuatu karena belum siap. Kalau udh siap, sprtinya akan biasa aja.
@rivanlee:  UN emang ngebuat kita sementara jadi buruh intelektual, artinya belajar(calistung) buat ngelewatin UN aja. Tp, bila diapus. Ada solusi lain?
@rivanlee:  Mslh awal: guru asal menaikkan-kelas ke murid yg blm cocok u/ naik kelas. Spt “dipaksakan” berakibat ketidaksiapan dia u/ ujian berikutnya
@rivanlee:  Jgn langsung nyalahin sistem, sistem itu ada subsistemnya. Sistem bakalan anteng kl subsistemnya anteng. Kalo enggak, ya wallahualambisawab
@rivanlee:  paling tidak, pandangan “mudah menyalahkan sesuatu”nya harus ada dasar dan alasan yg kuat. kritis bukan sinis. *nyeruput stmj*
@rivanlee:  ..….. RT @OomYahya: UN SMP di Jombang kacau, siswa tunarungu malah menerima soal untuk siswa tunanetra http://bit.ly/120RUr9 
@rivanlee:  ??!(%]^*¥$?? RT @detikcom: UN Dinilai Kacau, Mendikbud: Selama Soal Tak Bocor, UN Tetap Sah http://de.tk/QgMXn 

Beberapa pelanggaran dalam pelaksanaan Ujian Nasional patut dievaluasi oleh pemerintah khususnya Kemendikbud. Ini masalah turun temurun, masa tidak ditanggapi serius? Apa sengaja dipelihara?

Sekian paparan saya tentang sisi lain Ujian Nasional.

 

Advertisements

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s