Memilih dengan Bijak

Saat ini, kurang dari tiga bulan lagi pesta demokrasi Pemilihan Umum akan segera digelar pada 9 April 2014. Masyarakat akan memilih wakil-wakilnya untuk duduk di lembaga legislatif. Sementara, pemilihan presiden akan berlangsung pada 9 Juli 2014. Persiapan menuju pesta demokrasi kian dipersiapkan dari pihak KPU maupun Calon Legislatif. Pohon-pohon di pinggir jalan seolah memiliki nama dan penuh janji layaknya manusia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 6.608 nama Daftar Calon Legislatif Tetap (DCT). Mereka mewakili 12 partai politik peserta Pemilu 2014. Adapun jumlah DCT masing-masing partai politik adalah: Nasional Demokrat 559 orang, Partai Kebangkitan Bangsa 558 orang, Partai Keadilan Sejahtera 492 orang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 560 orang, Golongan Karya 560 orang, Gerindra 557 orang, Demokrat 560 orang, Partai Amanat Nasional 560, Partai Persatuan Pembangunan 548 orang, Hanura 558 orang, Partai Bulan Bintang 556, serta PKPI 540 orang.

-kemendagri.go.id
-kemendagri.go.id

Dari banyaknya calon legislatif tersebut tentunya tidak semua mempunyai kemampuan atau kredibiltas yang semestinya untuk menjadi wakil rakyat. Kita harus pintar-pintar dalam memilih, menurut LPI(Lembaga Pemilihan Indonesia) terdapat 10 potensi masalah pemilu 2014(Kompas, 9 Februari 2014). Dua diantaranya ialah pertama model kampanye partai politik masih bertumpu pada politik visual dengan menjual figur, bukan gagasan atau program konkrit untuk pemerintahan periode 2014-2019, terkait dengan penjelasan di awal, penuhnya spanduk dipepohonan dan tembok jalan umumnya berisi foto caleg dan figure dari partai politik tersebut. Dengan dimunculkannya figure dari parpol tersebut, masih banyak caleg yang tidak percaya diri dengan kemampuannya. Kedua, kandidat calon legislatif (caleg) tidak optimal karena terlalu fokus sosialisasi sosok atau figur ketimbang sosialisasi ideologi dan program kerja mereka. Ini seringkali diterapkan oleh Caleg Artis yang saat kampanye hanya berfokus pada figur panutan politiknya, ketika ditanya apa yang mau ia lakukan apabila terpilih pun tidak bisa menjelaskan. Artinya, ia tidak mempunyai program kerja unggulan dari dasar pemikirannya

Berangkat dari hasil pemilu 2009 yang membuat elektabilitas partai terdongkrak dengan menggandeng artis, kini 2014 partai politik juga menjadikan artis sebagai strategi dalam kompetisi. Dengan menjadikan rakyat yang berpendidikan rendah artis-artis ini ditempatkan, Nama-nama baru seperti Angel Lelga, Camel Petir, dll turut terjun ke masyarakat melakukan kampanye. Tentunya hak partai untuk menggandeng siapapun untuk mewakili partainya, tetapi tetap kitalah penentu masa depan wakil rakyat.

Untuk itu diperlukan ketegasan kita dengan memilih pemimpin. Sekarang ini bukan zaman yang sulit untuk mencari track record dari orang yang ingin kita cari, google pun mencatat amalan baik dan buruk seseorang. selain itu, KPU kini juga transparan dengan mempersilakan siapapun melihat data diri calon legislative di tiap-tiap daerah pilihannya melalui situs dct.kpu.go.id

Apakah kita mau diwakili oleh pemimpin yang latar belakang moralnya dipertanyakan? Tentunya menjadi pilihan masing-masing individu dalam memilih, tetapi wakil rakyat seharusnya orang yang mempunyai track record  bagus agar menjadi contoh bagi pemuda lainnya untuk membangun negeri.  Maka, paku yang kita cobloskan ke surat suara menjadi penentu masa depan negeri ini.

10 thoughts on “Memilih dengan Bijak

  1. dan sepertinya nama mantan walikota Solo itu akan sulit disaingin oleh para calon presiden dari partai manapun, dan efeknya partai pengusung si cungkring prediksi saya akan naik secara drastis perolehan suaranya 🙂

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s