Islam Yang Tertinggal

Berangkat jam 09.30 dari Jatinangor untuk balik ke Depok lumayan bikin deg-degan karena perjalanannya mepet banget sama solat jumat. Jarak Jatinangor-Jakarta kurang lebih sekitar 200km mampu ditempuh bis dalam waktu 2-3 jam. Dag dig dug, kira-kira dapet solat jumat gak ya? Ternyata, sampai pas banget 10menit setelah adzan. Kemudian dengerin ceramah dengan main hape khusyuk….

america-oak-tree-in-new-england-sunrise

Ada yang menarik dari ceramah jumat siang tadi, khatib berbicara tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihubungkan dengan islam. “Umat Islam sekarang ini tertinggal jauh oleh Ilmu Pengetahuan dan Teknologi” sebuah pernyataan terlontar dari mulut Sang Khatib. Kemudian Beliau menjelaskan bahwa kebanyakan orang Islam biasanya terhenti setelah menemukan sesuatu, maksudnya pemikiran bahwa apa yang telah ada di bumi ini adalah pemberian dari Allah(memang benar) dan kita terima-terima saja tanpa mengembangkan apa yang ada di bumi ini untuk dikembangkan lebih jauh. Seperti ada yang salah dalam pemahaman atau pemikiran islam di Indonesia. Sejauh ini, yang saya lihat umat islam yang taat malah terkesan kaku dan tidak supel dalam bergaul. Saya pun mengerti batasan-batasan dalam Islam dalam bergaul, sekali lagi apakah ini masalah pemahaman atau bagaimana banyak yang membatasi batasannya sendiri sehingga membuat ia kaku dalam bergaul.

Ada sebuah fakta yang ironi, dalam urusan keagamaan islam bisa dibilang menjadi contoh bagi seluruh umat manusia, namun dalam umat islam sendiri malah tertinggal dalam teknologi. Sounds wrong…  justru banyak warga muslim yang belajar pada Negara yang mayoritasnya nonmuslim. Lantas, mengapa umat Islam yang memiliki pedoman hidup di dalam al Quran dan Hadist sampai saat ini belum mampu menandingi kemajuan yang dimiliki negara-negara maju? Apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

“aah ya kita kan investasi untuk akhirat, dunia ya dikesampingkan lah blablablabla” nah, ini banyak kesalahpahaman.  Padahal di alquran memang sudah dijelaskan kalau kita harus mengembahkan ilmu pengetahuan dan teknologi supaya tidak tertinggal.  Menurut pengamatan saya keterbelakangan umat islam dalam banyak aspek kehidupan disebabkan keengganan mereka menelaah kitab sucinya sendiri al Quran dan Hadist Nabi sebagai sandaran dalam menumbuh-kembangkan pemahaman tentang ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK), kehidupan sosial dan interaksi manusia dan alam. Ribuan ayat-ayat menceritakan aspek-aspek IPTEK dan aspek-aspek lain, sedangkan aspek-aspek ritual keagamaan hanya ratusan ayat banyaknya, namun umat Islam ternyata lebih berkutat pada aspek-aspek yang disebut terakhir ini. Alhasil, ayat-ayat dalam al Quran yang mengkisahkan dan menjelentrehkan  IPTEK dan Ipoleksosbud belumlah menjadi prioritas umat Islam.

Sepertinya prinsip yang harus dipahami setiap umat muslim antara ibadah madhoh dan ibadah muamalah tampaknya belum berjalan merata dan sempurna. Seperti yang sudah saya tulis di atas, kalau islam menjadi contoh untuk ajaran-ajaran dalam bertingkah laku di dunia karena mengikuti kaidah fiqih yang jelas. Tetapi, sayangnya masih saja banyak umat muslim yang “takut” melaksanakan ibadah muamalah ini, entah karena pemahamannya kurang entah gak tau sama sekali. Tentu dalam menjalankan ibadah madhoh kita harus mengikuti ajaran-ajaran yang sudah ditetapkan dan tidak bisa kita modifikasi, tetapi dalam ibadah muamalah kita seharusnya melakukan kerja kreatif agar bisa berinovasi dan menghasilkan sesuatu yang memuaskan. Di sisi lain, kita sangat malas berkreasi, berinovasi untuk persoalan muamalah dalam hal apapun yang berkaitan dengan dunia ini.

Masih kesal kalau dibilang islam tertinggal? Justru ini menjadi batu loncatan, untuk jangan takut mempertajam logika dan rasio namun tidak men-Tuhan-kannya.

 foto: google.com

Advertisements

9 thoughts on “Islam Yang Tertinggal

  1. Gw agak-agak trauma sama kelompok yang melabeli diri mereka muslim dengan berakhi-ukhti jaman kuliah. Karena bukan termasuk golongan yang rutin ngider di kampus dan setelah kuliah pulang dengan group pertemanan yang notabene lebih seneng nongkrong dan makan trus pulang, gw dipandang aneh (literally dengan pandangan mata aneh) waktu ke mesjid buat sholat, trus pengen ikutan kajian. Hahaha. Seperti membatasi kalo muslim taat harus begini begitu. Bner sih, tapi yamasa kalo orang ga sama dengan mereka harus dikasih pandangan aneh.
    Eh maap ya Van kalo OOT

    1. saya percaya mas apa yang di alquran itu emang lebih maju, tapi kondisi umatnya yang kebanyakan menerima apa adanya tanpa mau mengembangkan ke arah yg lebih jauh

  2. Islam garis keras, fanatisme yg sempit, itu yg jadi penghambat. Tapi kayanya Islam tertinggal mayoritas di Indonesia aja. Coba liat betapa majunya Arab. Masih ada harapan sebenernya…

  3. Ilmu itu kan netral dan lintas agama. Saat nabi masih hidup saja, beliau menyuruh umatnya untuk belajar hingga ke negeri China. Apakah karena saat itu di Cina banyak pemikir Islam…?

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s