To Kill a Mockingbird

 77bd067aaa5611e39c0712c404aff589_8

andaikan review buku ini ada ratingnya, gue akan kasih 4,5/5 bintang. plot buku ini teratur, beralur maju. dikisahkan melalui kehidupan sehari-hari plus penyebaran nilai dan norma masyarakat di Maycomb County. Harper Lee berhasil mengkorvesi kisah kehidupan itu menjadi hal yang bikin penasaran. walaupun hati gue kala itu ingin “berhenti di jalan” untuk membaca, tapi kayak ada rasa penasaran untuk tau lebih jauh.

Buku ini merupakan buku yang cukup lama saya selesaikan, sekitar tiga bulan. To Kill a Mockingbird, karya Harper Lee terbaik (karena cuma novel ini saja yang dia buat). tentang karakter yang ada dalam buku ini, semua memiliki sifat yang kuat. Calpurnia, seorang negro yang tau bagaimana menghadapi tingkah anak-anak. Atticus, seorang ayah yang bijak dan sabar. Tom Robinson, seorang yang innocent. Jem, lelaki yang sedang dalam masa penjajakan. Scout, wanita kecil yang dewasa sebelum waktunya, dan berpengetahuan. tiap-tiap karakter mewakili sikapnya dari awal sampai akhir cerita, mungkin ini yang membuat bukunya menjadi top seller versi New York Times.

Jem dan Scout adalah dua bersaudara yang dibesarkan oleh single parent, seorang ayah yang berprofesi sebagai pengacara, Atticus Finch. Mereka tinggal di Maycomb, sebuah kota tua di Alabama, salah satu negara bagian Amerika Serikat yang berada di bagian selatan. seperti yang sudah gue suratkan di atas, point penting dalam buku ini adalah bagaimana kisah kehidupan yang dialami warga Maycomb di masa lalu, bisa menjadi cerminan tingkah laku kita terhadap sesama manusia.

sempat gue mikir, terus apa hubungannya sama judulnya? To Kill a Mockingbird dengan kisah-kisah dua anak kecil dengan bapak yang bijak? nah, di tengah-tengah bukunya, Scout nanya juga apasih burung mockingbird, Mocking bird adalah burung penyanyi. “Mereka tidak memakan tanaman di kebun orang, tidak bersarang di gudang jagung. Mereka tidak melakukan apapun, kecuali menyanyi dengan tulus untuk kita. Karena itulah, membunuh mocking bird itu dosa”. itu bukan spoiler, kok. lebih jelasnya silakan baca sampai selesai. 😀

overall, i loved this book. sadness, happiness, immaturity, maturity, redemption, equality all mixed in a book, called To Kill a Mockingbird. well done, Harper Lee! (i hope we were connected in a bloodline :P)

Advertisements

7 thoughts on “To Kill a Mockingbird

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s