Tentang Klinik Kopi

 “Segelas kopi memang bisa habis di minum, tapi obrolan yang lahir darinya, tak akan pernah habis.”

Kopi menjadi tren berkelanjutan belakangan ini di kalangan pemuda sampai petua, disebabkan karena kopi dapat divariasikan ke berbagai rasa dalam sebuah minuman sesuai dengan lidah peminumnya. Terlebih lagi, keberadaan kopi juga didukung oleh kafe-kafe dengan tempat yang menyamankan dan menenangkan para pengunjungnya. banyak ide-ide yang muncul berkat buah pikiran nongkrong di coffee shop. 

Kecintaan saya terhadap kopi sebenarnya sudah dibangun sejak SMA, namun saya tak memedulikan kopi apa yang saya minum, asal usulnya, profil kopinya, dan segala hal yang dibalik minum kopi itu sendiri.

Berbicara mengenai klinik kopi, saya sendiri belum pernah ke sana. Tapi, saya sempat menjadi saksi yang mendengarkan bahwa akan didirikan klinik kopi di Yogya, oleh founder-nya langsung, Om Pepeng. saat itu Klinik kopi masih dalam bentuk “rumah sakit berjalan”, saya menemukannya saat Dieng Culture Festival.  Awalnya, saya pikir hanya sebuah warung kopi biasa yang menyediakan bermacam kopi, atau saya biasa sebutnya warung kopi pesen – minum – pulang. saya sempat kaget tidak ada hamparan kopi sachetan, yang ada hanyalah berbagai jenis biji kopi dan alat-alat yang saya tidak kenali saat itu.

IMG_0222

Kopi yang fresh? Tau apa saya tentang kopi yang fresh itu seperti apa. Yang saya tau hanya minum kopi, manis, foto, ngobrol, pulang. setelah saya tau seluk beluk kopi dari klinik kopi, minder rasanya tidak melihat kekayaan ada di depan mata. Bagaimana tidak, kita termasuk penghasil kopi terbesar ketiga di dunia tapi kita warganya jarang menikmati kopi asli Indonesia itu sendiri. Klinik kopi meluruskan jalan saya perihal minum kopi. Bahwa minum kopi bukan sekadar order di kasir, melainkan berbagai filosofi dapat kita ambil dari secangkir kopi.

Klinik kopi membuat saya lebih menikmati proses. Terutama dalam meminum kopi, proses bahwa kita harus menggiling biji kopi, memanaskan air, sampai meminumnya. Klinik kopi memberi saya wawasan bahwa kopi itu dasarnya hitam. Klinik kopi membangun ingatan saya bahwa Indonesia memiliki berbagai biji kopi berkualitas yang sangat sayang sekali kalau kita hanya menikmatinya dalam bentuk kopi sachet.

“Only Condoms come in sachet, Coffee Don’t”

selamat ulang tahun, Klinik Kopi! terima kasih atas wawasan dan pengetahuannya!

 

Advertisements

6 thoughts on “Tentang Klinik Kopi

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s