Dari Seorang Kawan di Timur Tengah

Selamat pagi, Van

Terakhirku mengikuti berita, Indonesia baru saja mendapat sosok Presiden baru setelah persaingan sengit, ya? Kalau begitu, selamat untuk Presiden terpilihnya. Semoga Beliau bisa tegas, adil, dan membawa negerimu maju. Gimana kabar orang tuamu? Janganlah terlalu sibuk mengurusi kerjaan. Sekali-kali, main ke tempatku.

Masihkah kau mengaji tiap pagi? Jagalah terus mengajimu dan jangan lupa baca tafsirnya. Sebab ini mungkin menjadi perintahku padamu yang terakhir. Aku rindu ketenangan, Van. Akhir-akhir ini daerahku mulai dilanda ketegangan oleh sekelompok militant islam yang ingin mendirikan Negara berbentuk khilafah. Kemarin, aku baru saja datang ke rumah teman SD-ku di Amerika. Ia seorang wartawan yang dipenggal beritanya karena berkebangsaan Amerika. Aku bertemu ibunya, ia mengatakan bahwa ia bangga terhadap anaknya, ia berupaya membaktikan hidupnya untuk mengekspos penderitaan rakyat Suriah kepada dunia. Selepas melayat, aku menangisi kepergiannya. Aku ingat, ia bercita-cita menjadi seorang yang ingin memberitakan tentang kejujuran, keadilan tanpa ditutup-tutupi.

Kamu tau ISIS, Van? Merekalah kelompok militant islam yang membuat daerahku dilanda ketegangan. Mereka dengan tega menghabisi siapa saja yang tidak mau mengikuti ajarannya. Awalnya, aku pikir mereka hanya kelompok islam dengan paham kepercayaan yang berbeda seperti yang terjadi banyak di negaramu. Namun, ternyata mereka adalah kelompok penjahat kemanusiaan yang menjadikan agama sebagai tameng. Kudengar, salah satu anggotanya berasal dari negaramu. Ia dengan narsis meng-upload video ke Youtube untuk mengajak bergabung menjadi bagian dari ISIS. Hih, pede betul dia. Angelina Jolie dan Brad Pitt yang menikah saja memutuskan untuk diam-diam. Lupakan Brad Pitt dan Angie, intinya mereka menuduh pihak lain dengan kafir, syiah, musyrik, dan menjadikannya sebagai kehalalan mereka membunuh.

Kamu tau kan Van, waktu TK aku pernah melempar batu pada kakak kelas setelah ia tega sekali mendorong Andi dari tangga perosotan sampai wajahnya mencium tanah. Dari dulu aku memang tidak suka dengan penindasan, terlebih lagi kepada saudara dan kerabatku. Aku menolak untuk diam karena penindasan. Aku memilih bergerak berdarah-darah daripada diam dengan kemunafikan. Aku kadang mengelus-ngelus dadaku, miris sekarang teman-temanku memilih menjadi social climber daripada melakukan social action. Sebenarnya takmasalah, hanya kadang porsinya tidak seimbang.

Beberapa jam yang lalu, aku bertemu sodara-sodaraku kaum Yazidi. Sodaraku bercerita bahwa ketika ia dan warganya berjalan bersama pada malam hari, tiba-tiba dihadang oleh pria-pria berjenggot panjang dan ikat kepala yang bertuliskan arab. Mereka meminta untuk masuk ke dalam lobang, sebagian dari warga Yazidi berhasil melarikan diri, sebagian lagi tidak, terutama anak kecil dan wanita. Lantas, diajaklah mereka masuk ke dalam lubang lalu dikubur hidup-hidup. Saudaraku mendengar suara tangis anak-anak yang seketika diam ketika diberondong senapan dari jarak dekat. Yang lebih membuatku sakit, ISIS mengganggu Nabi Sulaiman yang sedang tidur nyenyak, mereka mengebom makamnya tanpa ragu. Tentu mudah bagi-Nya untuk meniadakan keberadaan ISIS ini, tapi di sisi lain kita bisa belajar dan membedakan mana Islam yang sesungguhnya. Islam sebagaI rahmatan lil alamin.

Maaf bila suratku terlalu panjang, Van. Terkadang aku iri dengan negerimu yang tentram dan damai, tapi bukan berarti aku membenci negeriku sendiri. Aku akan terus menjaga negeriku dari ancaman siapapun, dan menjaga perbedaan yang ada di negeriku.  Islam tetaplah Islam, rahmat bagi seluruh umat.

Kapan-kapan ajak aku ngopi di tempatmu, boleh? Kudengar, kopi indonesia juara sekali rasanya.

Dari seorang kawan di Jordania.

Advertisements

5 thoughts on “Dari Seorang Kawan di Timur Tengah

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s