Rindu Yang Dirapelkan

Kok lama sekali balasnya?

Terus saja seperti itu.
Aku memang bukan operator selular
Yang selalu cepat membalas pesanmu
Kau terus saja begitu,
Memarahiku, tak peduli aku sedang pilu.
 
Tetapi,
Aku juga tak bisa mengelak
Kerinduanku juga sudah galak
Menyeruak seperti karang yang ditampar ombak
Mengetuk-ngetuk hatiku terbahak-bahak
 
Teringat di kepalaku,
Kau selalu mempersoalkan jarak
Tentang ia sebagai suatu yang merusak
Tentang ia yang membuatmu terisak
 
Teringat di kepalamu,
Aku selalu mempersoalkan waktu
Tentang ia yang tak bisa ditunggu
Tentang ia yang membuatku membiru
 
Namun,
Ini hanya soal persiapan
Sebuah perjuangan melawan ketiadaan
Mengikis pengkhianatan dengan pengorbanan
Mengonversi kedukaan menjadi kesenangan
 
Katamu,
Rindu tak pernah terbayar lunas
Sajak yang kutulis pun
Tak mampu membayar bunga rindumu
 
Penagih pun akhirnya mencariku,
Memukul kepalaku
Memaksaku memandangimu
Sampai aku diam membisu.

 


 

Ah, Aku kapok merapel rindu

Lain kali aku cicil saja

10 thoughts on “Rindu Yang Dirapelkan

      1. Aaakkk numpang nimbrung boleh kan? walopun belum kenal, tapi gakpapa deh. :))
        Gue juga suka banget sama komennya rifki. Hahaha. Jarak sih memang..

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s