Jatuh Cinta

Benar ternyata, Jatuh cinta membuat seseorang mudah tunduk, aku memilih melihat layar handphone-ku karena malu menatap matamu. Sisa-sisa roti itu takkunjung selesai kuhabiskan, habis aku dipermalukan oleh wajahmu yang menyinari malam-malamku. Begitupun kamu, teh yang kau pesan tak juga kau habiskan, hanya mesikan lekukan air teh bekas bibirmu di mulut gelas.

Pertemuan itu menyadarkan bahwa cinta bisa membuat orang terbujur kaku. Umpatan-umpatan saat bertemu akhirnya kau utarakan pada pertemuan berikutnya.  Kau pernah bertanya, “bagaimana kita bisa terus seperti ini tanpa ada rasa lain yang menambahi?” kau tahu, di tangan seorang pandir, kekayaan dan kekurangan sama-sama membuat kutukan.

Giliranku aku bertanya, mengapa bulan yang buat romantis sinarnya hanya pinjam dari matahari? Dengan senyum, kau jawab “karena yang terlalu terang itu membutakan, sayang”

Kau tak ingin terus-terusan bertanya padaku seperti itu kan? Katamu jengah.

Hari itu, aku jatuh cinta pada kesederhanaanmu. Seperti kau membayar angkot dengan kuwelan uang yang kau taruh dalam saku celanamu, tarikan ingusmu yang sehabis makan bakso yang panas. Ya, sesederhana itu.

Ibuku sering memberitahuku tentang bahaya narkoba, tapi beliau jarang menasihatiku bagaimana jatuh cinta. Aku jatuh ke palung yang paling dalam, beruntung bersamamu. Menikmati kedalaman tanpa harus menyesalinya.

Aku jatuh cinta.

Advertisements

5 thoughts on “Jatuh Cinta

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s