Susi Pudjiastuti, Bukan Similikiti

Ketika SMP, saya termasuk penggemar talk show: Empat Mata yang dipandu oleh Tukul Arwana. Pelawak yang mengaku pernah bekerja sebagai supir truk dan supir pribadi. Saya mengikuti talk show dari awal namanya Empat Mata, Bukan Empat Mata, sampai Memang Bukan Empat Mata. Walau sekarang intensitas menonton acaranya tidak sedahsyat waktu awal-awal saya menonton. Konsepnya gitu-gitu saja, lawakannya juga kadang semakin garing, selain itu juga banyak acara talk show berbasis lawakan yang lebih menarik.

Pameo yang sering saya dengar ketika Tukul mengatakan ”Susi Similikiti…….” Lalu disambut dengan jawaban meriah penonton panggung bayaran dengan “weleh-weleh…”. Sampai saat ini, pameo itu masih jadi pegangan orang untuk meledek Si Susi, entah Susi yang mana.

Kini, Susi akan naik posisinya dari jadi bahan pameo ke menteri. Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang baru. Susi kali ini juga menjadi bahan omongan di kalangan masyarakat, terutama para netizen. Bukan karena menjadi bahan pameo, tetapi karena ada satu dan lain hal yang membuatnya ramai dipergunjingkan.

Saya tidak terlalu tahu Bu Susi, yang saya tahu beliau adalah pemilik Susi Air dengan gaya easy going, chic and funky. Saat pengenalan menteri pun, rambutnya bercat merah, anting-anting berdiameter besar, dengan sepatu hak tinggi. Terkait nilai, banyak yang mencemooh. Banyak yang mempersoalkan gayanya, menteri kok gitu. Syahrini dengan glamour-nya, Nassar dengan kemeja ketat yang selalu dibuka dua kancing atasnya, tidak ada masalah dengan gaya, farhat abbas yang rahangnya enteng, pun tingkah laku Saipul Jamil yang menyanyikan tiap perkataannya dilindungi oleh konstitusi.

Bu Susi sebelum menjadi pemilik Susi Air, beliau berjuang keras layaknya kuli yang harus rela tidur di pinggir tol untuk menyambung hidup, ah mungkin lebih dari itu. Bawaannya dari bawah itu sampai ke titik yang ia capai sekarang, santai dan easy going. Selepas pengenalan menteri oleh Jokowi, terlihat beliau di wawancara sambil merokok. Seperti yang saya bilang, siapapun boleh berekspresi sesuai keinginannya, semua dilindungi oleh konstitusi. Pun pada Bu Susi, beliau mempunyai hak menghisap tembakau paling nikmat dan memakai tato paling keren pada tubuhnya.

susi 1-rivanlee.com
pic courtesy: tribunnews

Rekam jejak Bu Susi yang saya tahu berijazah SMP, tapi hal itu tidak menyebabkan semangat mencari rupiah berhenti. Dengan menjual perhiasan, ibu membuka usaha menjadi pengepul ikan di pantai yang airnya sekarang sudah seperti air banjir, pangandaran. Yang saya lihat, ibu tidak perlu repot-repot menutupi realita kehidupan yang ada. Semua ibu jalani dengan semestinya, kerja, kerja, dan kerja.

Pengalaman bertahun-tahun Ibu berkongsi dengan ikan-ikan bau amis membuat ibu tak memikirkan lagi cemoohan para pecundang di luar sana yang lebih memikirkan penampilan daripada kualitas kerja. Ya, bu saya baru tahu, ternyata memang banyak orang seperti itu di negeri ini yang seharinya berdoa, merasa paling bersih sebagai makhluk Tuhan, dan membiarkan orang-orang di luar sana jelek agar mereka selalu terlihat suci.

Tentu kelautan bukan hanya tentang ikan-ikan saja kan, Bu? Saya tidak tahu tentang marine products economics, coastal processes, dan underwater technology. Ada regulasi-regulasi kelautan yang harus diatur juga?

Ah, biar itu menjadi tugas ibu menjelaskan kepada saya dan teman-teman. Selama ini saya hanya mengerti bagaimana mengambil angle yang tepat ketika di pantai dan snorkeling sambil menyentuh terumbu karang yang susah payah dirawat nelayan setempat.

Terakhir dari saya, berekspresilah sesuka hati Ibu. Jikalau itu memang membuat ibu semangat bekerja. banyak faktor agar orang bisa bekerja secara maksimal sesuai pribadinya, sekalipun hal tersebut taklumrah untuk kita. jelaskan pada kami bahwa kekuatan maritim Indonesia bukanlah harapan-harapan semu.

selamat bekerja, Bu

19 thoughts on “Susi Pudjiastuti, Bukan Similikiti

  1. Kata kakak saya yang wirausaha. Orang kayak bu Susi sulit ditipu bawahannya. Beliau paham dunia kelautan dari A-Z. Nyentrik itu hanya cover doang. Kita tunggu aja aksi beliau.

      1. Bukan mas, cuman diskusi ringan dengan kakak. Kalau orang yang merintis dari bawah mesti menguasai bidang usahanya. Khan, bu susi sudah puluhan tahun di dunia perikanan dari nol lagi. Kesimpulannya sulit ditipu

  2. memang tidak mudah atau bahkan tidak mungkin untuk bisa menyenangkan semua orang.
    semoga bu susi bisa memperbaiki kondisi negeri ini sesuai dengan bidangnya, sekaligus memperbaiki kepribadiannya sesuai dengan norma-norma di Indonesia

  3. Memang bungkus kadang lebih sering dipertanyakan pertama kali oleh orang2. Semoga Bu Susi ini melakukan gebrakan pada bidang yang di pimpinnya.
    *Yang pasti emak2 dan guru SD perlu jawaban yg bisa di mengerti kalau di tanya sama anak-anaknya tentang Bu Mentri ini.

  4. ditunggu gebrakannya Bu Susi,
    dan Kementrian yang di pimpin mengalami kemajuan
    *tapi suka tidak suka, Bu Susi memang harus jaim dikit kalau di depan umum, buat contoh anak SD generasi penerus bangsa.

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s