Kehebohan Tiada Akhir

“It is one of the blessings of old friends that you can afford to be stupid with them” – Ralp Waldo Emerson

Rasa-rasanya negeri ini pandai sekali mencetak pribadi yang pandai, cekatan, dan berpendirian teguh. Dari tahun ke tahun, selalu ada murid kita yang memenangkan lomba olimpiade sains, debat, dan menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai di dunia. Bahwasanya, negeri ini telah berhasil dalam pendidikan sesuai dengan harapan Ki Hajar Dewantara, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.

Walaupun kenyataannya hanya segelintir orang yang benar-benar berhasil. Toh, hal membanggakan yang dilakukan oleh anak bangsa kita harus kita publikasikan sedemikian rupa kan? Ya, sekiranya seperti itulah. Sisanya, biar GNFI yang menjelaskan lebih jauh.
Sebagai salah satu bagian dari kelas menengah, saya belum bisa membuat negeri ini bangga akan prestasi saya. Eits, walaupun begitu, saya tetap berusaha memanjat pelan-pelan untuk mencapai tangga sosial tertinggi. Dengan cara menjadikan kekurangan orang lain sebagai anak-anak tangga meraih puncak tertinggi tangga sosial. Voila!

Dalam hal ini, tentu saya tidak akan bertindak bodoh dengan melakukan hal demikian sendirian. Bersama sahabat-sahabat, saya memang berencana melakukan hal tersebut secara terstruktur, sistematis, dan masif dengan harapan akan terus membuat kehebohan tiada akhir. Baik, Berikut akan saya kenalkan sahabat-sahabat saya tercinta.

Jonru, sahabat yang saya kenal di facebook. Berawal dari teman SMA saya, seorang anggota Rohis (Rohani Islam) acapkali membagi tiap posting-an Jonru. Alhasil, apa yang ditulis Jonru muncul di halaman muka saya. hal ini membuat saya tertarik untuk tahu lebih jauh tentang dirinya. Sampai saya terhenyak dalam sebuah Page yang terverifikasi oleh facebook. Suatu hil yang mustahal, warga Indonesia yang sekiranya tidak banyak orang tahu, bisa terverifikasi oleh facebook dan GNFI tidak memberitakannya?!

Page Jonru memiliki keunikan sendiri. Halaman itu lebih banyak berisi tentang orang lain dan seminar daripada posting-an untuk membangkitkan semangat anak-anak muda. Hal ini bertolak belakang dengan Page Mario Teguh yang selalu menampilkan foto berikut dengan motivasi-motivasi semu di dalamnya. Satu hal, Pak Mario senantiasa memberi motivasi kepada anak-anak muda untuk tidak mudah jemu dengan kisah percintaan yang ia alami. Sedangkan Jonru, senantiasa berpendirian teguh bahwa setiap posting-annya adalah benar. Loh, ini bukan sindiran. Ini adalah respon seorang sahabat yang peduli dengan sahabatnya.

Miris, sahabat saya yang telah membuat Seminar “Rahasia Menjadi Penulis Sukses” dan melakukan temu akrab dengannya, tidak masuk ke dalam 33 Sastrawan Yang Paling berpengaruh di Indonesia?! buku itu benar-benar harus direvisi!

Baru-baru ini, Jonru berseteru dengan Akhmad Sahal tentang syiah dan fitnah. Seperti yang saya singgung, bagi kami kepintaran orang lain bukanlah seberapa kalau kami bisa menemukan kesalahan sekecil beras lalu meneriaki selayak maling tepergok mencuri. Sahabat saya ini memang pandai, melalui twitwar dengan gaya serang adhominem ia berhasil melaporkan seorang kandidat PhD Universitas Pennsylvania ke polisi. Bukan main sahabat saya ini. Ternyata, banyak hal yang harus saya pelajari darinya. Sudah begitu saja untuk sahabat saya yang pertama, selebihnya kalau kalian ada waktu senggang, saya sarankan berkunjunglah ke page sahabat saya https://www.facebook.com/jonru.page dan jangan lupa di-like!

Saya bersahabat dengan orang lain tentu beralasan, saya merasa misi yang sama dengan sahabat yang satu ini, yaitu nahy mungkar. Kapan lagi saya bisa melakukan vigilantisme namun dihalalkan terlebih lagi menggerebek sebuah hotel atau kafe dan menemukan wanita-wanita cantik sedang tidak berbusana, memarahinya lama sambil melirik dari ujung kaki sampai kepala? Ini dia, sahabat-sahabat saya yang menetapkan hati saya ketika berbuat semena-mena menjadi hal yang wajar asal misinya nahy mungkar. Perkenalkan, teman-teman, sahabat saya yang baik dari FPI.

Setiap sahabat-sahabat saya memiliki keunikannya masing-masing, sahabat saya dari FPI lebih memilih untuk menurunkan Gubernur yang dianggap kafir daripada meningkatkan kualitas beragama umat-umatnya. tak apa, inilah jalan kami menuju tangga sosial yang lebih tinggi.

Kemarin, sahabat saya dengan cekatan, Habib Rizieq, dengan dua mic di tangan ia mengorasikan membuat Gubernur tandingan. Dan Alhamdulillah, seperti pemilihan Soekarno-Hatta sebagai pemimpin, Gubernur Tandingan secara aklamasi resmi kami angkat. Kiai Haji Fahrurozi Izhaq, Gubernur Rakyat yang kami buat dalam waktu lima menit.
Walaupun hak interpelasi tentang pemakzulan Ahok sebagai Gubernur tidak diatur di undang-undang, tapi kami tetep keukeuh melaksanakannya. Karena, kami tidak sendiri. kami beramai-ramai, apa yang kami lakukan secara serentak toh tidak akan membuat kita merasa bodoh sendirian kan?

Sesuai dengan filosofi kami, akan menjadi hal yang biasa ketika emas bisa dimiliki oleh banyak orang. Maka dari itu, menurut kami lebih penting membuat Gubernur Tandingan daripada mengajukan proposal kegiatan untuk membantu kinerja pemerintah ke depannya.
Saya dan sahabat-sahabat berharap kepada khalayak bahwa apa yang kami lakukan tolonglah sedikit kalian hargai, minimal tidak mengolok-olok apa yang kami lakukan. Toh, masih ada hal yang lebih penting daripada menanggapi kami, salah satunya kebebasan Pollycarpus yang telah dianggap mencoreng nilai kemanusiaan.

Sebagai seorang sahabat, saya hanya bisa mendukung sahabat-sahabat saya mendapatkan apa yang ia mau sekalipun mereka harus merengek seperti bayi yang kehilangan mainan. Inilah cara kami untuk terus berkontribusi dalam merangkaki tangga sosial dan membuat kehebohan tiada akhir.

Advertisements

16 thoughts on “Kehebohan Tiada Akhir

  1. Mau nanggapin apa ya? hmm
    saya sih masih males nanggapin orang yang punya idealisme tinggi, saya belum cukup kuat untuk menanggapi apa yang mereka lakukan. Apalagi menyatakan perbuatan mereka itu bener apa salah. 🙂

  2. Gubernur tandingan ini cuma ikut-ikutan DPR tandingan, tapi fail. DPR tandingan itu kan posisinya sama, sesama anggota DPR sejajar karena sama-sama dipilih rakyat lewat pemilu. Kalau gubernur tandingan ini aneh.

    1. tanpa melihat aturan yang berlaku. pengadaan gubernur tandingan adalah tindakan percaya diri yang kelewatan. seolah semua tidak setuju ahok jadi gubernur dan FPI didukung penuh oleh seluruh warga Jakarta.

  3. Gubernur tandingan ini sedang cari dana. Saya siap mas memberikan dana Rp 3000 per bulan. Ikhlas mas saya demi Ibukota negara Jakarta yang kita cintai

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s