Sembilu

Untuk Eka Puteri

Kau selalu bilang
Rinduku tak pernah terbayar lunas
Waktuku hanya mampu membayar bunga
Sisanya, menumpuk di pojokkan kamar
Bersama kertas-kertas usang
Berdebu, menunggu api membakar
Atau berakhir di pengepul kiloan
ditumpuk menjadi gunungan sampah

Barangkali, beginilah nasib rindu
ia bergantung pada jarak dan waktu

Tetapi, memang begitu
Jarak menakik kita terlalu jauh
Ia menciptakan kegelisahan,
Kecemburuan, serta kerinduan

Terlebih lagi, waktu
Satu hal yang paling bisu
Namun, mampu membuatmu sendu

Kukira begini, kita berusaha mengutuk rindu
Dengan menyalahkan jarak dan waktu
Sampai kita lupa, bahwa ia hadir
Dari kesunyian yang menyayat

seperti inilah rindu
sembilu yang membuat ngilu

Advertisements

12 thoughts on “Sembilu

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb… rindu memang ibarat sembilu yang menyayat hati tetapi rindu itu terasa indah kerana mendekatkan kita kepada yang dirindu. hanya pertemuan yang menjadi ubat kepada rindu yang panjang. Kata-katanya sungguh puitis dan mengesankan. Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 🙂

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s