Jangan Bakar Buku

“karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya

karena setiap aksara membuka jendela dunia”

Penggalan lirik di atas saya ambil dari lagu Efek Rumah Kaca, Jangan Bakar Buku. Saya memaknainya sebagai ajakan untuk tidak meninggalkan buku, karena setiap lembarnya mengalir berjuta cahaya, karena setiap aksaranya membuka jendela dunia.

Dalam sebuah penelitian, Prof. Jim Flynn mengatakan bahwa manusia akan cerdas dari waktu ke waktu karena sudut pandang. Manusia cenderung mengubah cara berpikirnya jadi konsep yang konkret menjadi abstrak. Konsep yang konkret adalah sesuatu yang berhenti hanya sampai di permukaan, sedangkan abstrak mendalami lebih dalam dari permukaan dengan proses penggunaan logika, imajinasi, dan klasifikasi.

Jim Flynn sempat mengatakan kalau salah satu meningkatkan kecerdasannya yaitu dengan gemar membaca buku sastra. Bahkan dia membuat 200 daftar bacaan versinya, di sini

200 buku bacaan versi Jim Flynn bagi saya memang wajar apabila buku-buku tersebut meningkatkan kecerdasan. Pasalnya, buku-buku tersebut merupakan buah pikir dari riset bertahun-tahun, tidak mengada-ngada, dan bermanfaat.

Saya menyadari bahwa beberapa buku yang saya baca memberi manfaat lebih bagi saya. maka dari itu, saya memutuskan untuk tidak asal dalam membeli buku. Selera tidak bisa diperdebatkan, tapi kualitas bisa diukur. sebaik-baiknya buku ialah yang mempunyai manfaat besar bagi pembacanya. Beberapa manfaat yang saya dapat dari membaca buku ialah

 1. Pengetahuan Bertambah

Alasan yang cukup jelas saya rasa, saya tidak akan mengerti tentang kisah-kisah jawa masa lampau kalau saya tidak baca buku Babad Tanah Jawi. Terlebih lagi tentang buku-buku literature, teori psikoanalisis, kenapa manusia pada umur tertentu mengalami cara berpikir yang berbeda, apa maksud dan tujuan dibalik mereka melakukan itu. Iya, jelas buku menambah pengetahuan.

 2. Membuka Sudut Pandang

Buku itu ibarat cermin, artinya buku itu bukan hanya buah pikir pemikiran penulisnya – tapi merupakan refleksi dari pandangan, pemikiran, dan kehidupan intelektual maupun emosional yang dijalani oleh penulisnya. Makanya penciptaan buku butuh “riset” yang cukup lama agar apa yang tertulis factual.

Saya dulu orang yang termasuk membenci LGBT. Kalau ada orang yang saya tahu bahwa mereka salah satu dari LGBT, pikiran saya langsung mengutuknya, menyumpahinya, bertanya-tanya apa yang dikasih orang tuanya sampai mereka seperti itu. Saya hanya melihat dari sudut pandang saya saja, sehingga kebenaran adalah milik saya.

Seperti pada tulisan kemarin, landasan berpikir kita adalah hasil dari pengalaman yang kita dapat. Pengalaman fisik, psikis, membaca, mendengar, dan lain-lain. Setelah itu saya sadar membenci orang-orang LGBT berdasar pada sudut pandang saya sendiri adalah kesalahan besar.

Dengan baca buku, saya mampu melihat dan memahami sesuatu dari berbagai sudut pandang secara menyeluruh, apa yang saya pikirkan belum tentu benar, dan akhirnya saya bisa memutuskan sesuatu dengan tepat.

Sebetulnya banyak yang bisa didapat dari membaca buku, menurut saya kedua hal di atas adalah penting. Bagaimana buku yang kita pilih menjadi landasan berpikir kita, bagaimana buku menjadi dasar pengetahuan kita, bagaimana buku tidak mengantarkan kita kepada kebencian terhadap suatu kaum/golongan.

Bagimulah bukumu, bagikulah bukuku.

12 thoughts on “Jangan Bakar Buku

  1. Wah kalo saya baca buku masih sekedar buat hiburan mas. Sampe ditegur sama teman, kmu mbok ya sekali2 nyastra tha.. sering beli buku tapi komik atau novel fantasi semua. Well, komik/novel fantasi juga ada sisi edukasinya kok ya mas? mencari pembenaran

    1. yang penting budayakan membaca dulu sih, seperti yang saya tulis, selera tidak bisa diperdebatkan. nanti juga ada waktunya untuk suka, sayang kalo gak baca buku kayak pramoedya ananta toer, ahmad tohari, dll. mereka sastrawan indonesia yang keren banget :”

  2. Setidaknya buku ‘jelek’ pun punya manfaat, minimal menjauhkan kita dari perbuatan buruk dalam memanfaatkan waktu.
    Salah satu lagu ERK favorit nih.

  3. Warranties and Contacft Terms – When buying new products do not forget tto check the warranty
    and contract terms as wesll as other conditions carefully
    to mae sure everything is covered. Buffets are also risky
    in thee sense that you’ll have to ensure everyone is served betore guests come in for seconds.
    Whiile selecting the brand orr companhy of the catering equipment
    you may experience little confused.

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s