Sekadar Ucapan

Semoga ucapan ini sampai tepat waktu atau kalau sampai sebelum waktunya, semoga mama atau papamu yang menerimanya supaya nanti disembunyikan satu hari dan memberikan padamu esok hari.

Selamat pagi, E
Bagaimana kabarmu?
Pastikan aku, kau selalu dalam keadaan baik-baik saja. Tidak dalam keadaan flu atau sakit kepala. Tapi aku yakin kau bukan wanita ringkih. Makanmu saja bisa empat kali sehari, belum terhitung cemilan atau minuman dingin yang menemani makanmu. Kerap kali aku perintahkan untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan itu, tetapi kalau itu buat kau bahagia? Aku bisa apa.

Akhir dari musim dingin tengik akan segera berakhir. Ada satu peristiwa lucu di musim dingin, aku yakin kau pasti terpingkal-pingkal mendengarnya. Cerita ini akan kusampaikan saat kita bertemu. Aku janji. Beberapa hari lagi, Belanda akan penuh dengan tulip. Tulip yang dulu hanya sempat aku lihat di depan layar, kini akan kunikmati sejengkal dari mata. Ah, tapi apa artinya keindahan yang dinikmati sendirian?

Tetap lebih bahagia ketika kita naik ke atas bukit, berlelah-lelah, berseteru dengan kamu yang setiap langkah mengeluh, di atas kita berpura-pura diam, sibuk dengan kesendirian, lalu ketela rebus dan secangkir kopi mendekatkan, juga harapan-harapan yang tidak akan membuat kita miskin. Momen di mana kita melupakan arti kerinduan, kita sama-sama henyak menikmati senja yang rubuh. Lalu kau tersenyum lebar sampai matamu berubah menjadi dua garis lengkung yang indah.

Belanda bagiku tidak jauh berbeda dengan Indonesia, khususnya Jakarta. barangkali, Jakarta adalah blueprint Amsterdam yang tidak jadi. Lanskapnya datar, hamparan rumput hijau, kebun tulip, rata seperti gusuran lapak-lapak PKL di Jakarta. ciri khas lainnya negara ini kaya akan air, entah danau entah sungai. Sama seperti Jakarta bukan? Selain sungai dan danau, air juga mengisi lubang-lubang jalan, jalan tol, hingga rumah-rumah warga.

Suatu saat, akan kuajak kau bepergian dengan trem. Melihat bagaimana kerukunan beragama terjalin. Atmosfer kedamaian kuat sekali di Belanda. Masjid, Sinagoge, Wihara, Gereja, Pura, ada di sini dan tidak mengalami kesulitan pada tiap penganut keyakinan untuk menjalankan ibadahnya. Kebebasan dalam berpakaian menurut keyakinannya pun dijamin. Tidak ada diskriminasi orang yang setiap hari memakai peci, membawa salip, atau membakar dupa. Mungkin mereka sama-sama paham bahwa kasih sayang berbuah kedamaian.

Banyak hal yang mesti kuceritakan tapi biarkan sisanya tersimpan sampai kita berjumpa dalam pertemuan. berikutnya, ini hanya sekadar ucapan. Tidak ada drama yang dibesar-besarkan. Ini bentuk kepedulian dan kasih sayang bahwa jarak bukanlah kutukan.

E, selamat ulang tahun
Meski kita sulit bertemu, pastikan doaku sampai mengetuk pintu kamarmu. Membangunkanmu pagi-pagi dan mengingatkan bahwa banyak yang perlu kau syukuri. Semoga kau tak membandingkan caraku memberi selamat dengan lain. aku hanya mampu merangkai kata menjadi paragraf panjang, bukan surprise yang sekadar menjalankan tradisi namun alpa esensi.

E, yang cantik tanpa rias
Ada sebuah kisah, tentang tulip dan mawar. Mawar merah indah selalu mekar kapanpun musimnya, sedangkan tulip hanya pada musim tertentu untuk dapat dinikmati keindahannya. Tapi, walaupun hanya untuk satu musim tulip mekar, ia sadar tak seperti mawar yang mampu mekar kapanpun, Begitupun kau, Tak perlu gusar tentang make up apa yang kau gunakan, tentang ketebalan alismu, tentang lebarnya keningmu. kau dan tulip, adalah keindahan itu sendiri.

E, yang lugu namun suka mencubit
Bersamaan ucapan ini, kukirimkan dua buah kado. Pertama, setumpuk buku. buku yang akan mengurangi segala keraguanmu. Di dalamnya ada dua buah sajak, dari Chairil Anwar dan Subagio Sastrowardoyo. Begitu kau buka, Chairil akan memintamu menghitung lilin, memikirkan apa yang sudah lewat, memikirkan segalanya di hari ulang tahunmu dan mengatakan bahwa kau yang paling istimewa bagiku. Lalu, Subagio, ia akan mengingatkanmu tentang kematian. Kematian yang semakin akrab, seakan kawan berkelakar yang mengajak tertawa. Keduanya akan mengurangi keraguanmu tentang bagaimana menjalani hidup.

E, yang manis namun mudah cemberut
Kutitipkan sekantung harapan pada mamamu. Kukatakan padanya bahwa simpan baik-baik sebelum tiba hari ulang tahunmu. Kini kau boleh buka setelah selesai membaca ucapanku. Kantung yang kubeli dari pengalaman dan tragedi masa silam. Isinya tentang kejadian-kejadian yang pernah kita lalui, dari pertemuan hingga perdebatan. Kuharap kau lihat bagaimana masa lalu membuktikan kita adalah sepasang manusia yang mudah bertengkar, mudah pula memaafkan.

E, yang kerap menangis
Terakhir, kuselipkan sebuah kota. Kubuat dari sepotong senja dan nyiur pantai, kadang terdengar risau camar. aku dan kau akan berhenti tentang siapa yang lebih sering menangis, perdebatan tentang meminum teh atau kopi, atau tentang makananmu yang selalu kuhabiskan. Lantas ketika kita bertemu, kita hanya menikmati senja dan nyiur bersama sajak yang kau bacakan, dengan risau camar yang semakin menandakan bahwa gelap segera datang, juga tentang pelukan yang akan kita habiskan sepanjang malam.

Tak perlu gusar, aku akan segera pulang. mengagetkanmu dalam sebuah ruang dengan sepotong kue dan setangkai doa. Kau yang baru bangun dari tidurmu akan malu-malu menutup muka, sampai ketika aku abadikan, kau meminta untuk diulang. Lalu, kau memukulku dengan ketidakpercayaan “terima kasih atas semuanya” tutupmu.

Ucapan ini jangan kau terjemahkan sebagai kegetiran. Aku begitu juga kau telah melewati hal rumit yang telah memaksa kita untuk sama-sama membenci, namun rindu selalu kembali. Mengingatmu begini kerap memunculkan linu. Ada yang menggelitik disekujur tubuh, tentang bepergian, tentang metro mini yang usang, tentang kerinduan bahkan perbincangan tidak jelas yang tak kunjung kita selesaikan. Tapi, hanya ini yang bisa aku berikan. Ucapan selamat serta doa-doa yang aku panjatkan.

Selamat ulang tahun, E.
Semoga kau selalu baik-baik.

Advertisements

10 thoughts on “Sekadar Ucapan

  1. Hati-hati buat yang mau ke Amsterdam. Si E, setelah dia membaca ini, saya yakin akan ada satu tunas rindu yang tersemai di hatinya, dengan pupuk dari setiap kombinasi frasa dan rima bait yang ada di dalam surat ini. Sedikit pesan, jangan biarkan tunas itu mati, atau lebih buruk lagi, jangan biarkan tunas itu bertumbuh namun mati tepat sebelum tulip-tulip itu bermekaran :hehe.
    Sebuah surat yang sangat menghangatkan hati.

  2. Yang bikin blueprint-nya keburu diusir, jadinya kota gagal terurus.
    Selamat buat E dan selamat tinggal nyaman di kota bebas air bah.

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s