Pesan Singkat

Barangkali momen ini biasa, sering dilihat dan beberapa orang juga melakukan, tunangan, tetapi jika hal ini terjadi pada seorang teman yang kau pikir polos, kocak, dan memiliki cerita yang pahit akan kisah cinta, tentu akan mendebarkan isi hati dan kepala. Ketika hati menerima, kepala terus bertanya, “kok bisa?”

Ada pertanyaan dari keheranan yang terus muncul dalam kepala, bukan sebuah kedengkian melainkan proses pengungkapan kegembiraan. Kita seringkali bertanya, kenapa waktu berjalan begitu cepat, kenapa sesuatu terjadi begitu saja, lalu abai pada pikiran bahwa tiap orang berhak memutuskan.

Hari ini, salah seorang teman dekat, melakukan tunangan, saya lebih senang mendefinisikan tunangan sebagai langkah awal untuk keseriusan. Ada doa dan harap yang dilantunkan dari pertunangan.

Pertunangan sama saja memupuk harapan. pertemuan antar kedua orang tua pasangan dalam satu ritus bukan permainan, bukan candaan. momen yang kau harap ke depan akan jadi kenyataan yang membahagiakan, sebuah masa ketika kehidupan sepasang manusia diikat oleh janji sehidup semati dan babak baru memulai peradaban.

Selamat Rendi beserta pasangan, pesan saya, jangan tinggalkan buku bagus serta musik asik untuk membuat hidupmu ke depan terus berwarna. Sebenarnya ada cerita-cerita lucu tentang Rendi di masa silam, hanya saja waktu dan keadaan tidak memungkinkan saya bercerita panjang lebar tentangnya.

Sekali lagi selamat, Bang Rendi! Kapan-kapan ajak pasanganmu ke bukit sekadar melihat kilau lampu kota atau ke pantai memandang temaram senja.

Tabik!

Advertisements

4 thoughts on “Pesan Singkat

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s