Sambatan

 

Matari kian tenggelam
Sepotong senja hendak datang
Beradu dengan awan kelam
Sekonyong-konyong mendung tetiba menghadang

 

Mereka menghindar dari hujan
Masuk ke dalam ruang
Saling berbagi kebahagiaan
Saling berpagutan dalam kasur usang

 

Kumandang azan memecah keheningan
Mereka terkapar dalam kelelahan
Diam-diam, coba tidak didengarkan
Dalam nafsu mereka tertelan

 

Malam mulai mengetuk
Sambil memeluk
Kepala tunduk terkantuk
Dalam sesal mereka mengutuk

6 thoughts on “Sambatan

  1. Wow, keren Mas :hehe. Mengeluh karena seruan Tuhan karena sedang ada di puncak kenikmatan. Topik yang menarik.

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s