Rasa Tentang Frau

foto oleh teman saya, Andhika
foto oleh teman saya, Andhika

Sebuah piano, dua buah vas bunga, teko, dan cangkir mengisi panggung kecil di sudut ruang lembaga kebudayaan Perancis. Wanita berambut panjang bergelombang dengan gaun biru berjalan dan duduk tepat di depan piano lantas mengucap salam kepada seratusan lebih penonton yang telah menantikan kolaborasi antara Lani dan Oskar.

“Empat Satu” menjadi pembuka Konser Tentang Rasa, Frau, sekaligus meresmikan terwujudnya hajat saya menonton pertunjukan musik Frau secara langsung dan intim.

Saya mengenal musik Frau sekitar tahun 2011 melalui “Mesin Penenun Hujan”. Musik yang terlalu syahdu untuk saya dengar saat itu, tapi begitu mengena di kuping dan menagih untuk terus dimainkan. Lantas, saya penasaran untuk mencari tahu lebih jauh tentang Frau ini. Ternyata, ia meliris lagu secara gratis yang diunggah di situs yesnowave.com yang kemudian dibuat dalam bentuk fisik.

Album pertama yang bertajuk Starlit Carousel benar-benar menyihir telinga saya untuk terus didengarkan. Pasalnya, Frau menjadi soloist wanita pertama yang lagunya saya dengarkan sampai tuntas. Sederhana adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan lagu-lagu Frau.

Diksi yang digunakan pada lagu-lagu berbahasa Indonesia tidak menye-menye tetapi maksud dari lirik yang terbuat pun tetap tersampaikan. Sedang yang saya rasakan ketika mendengar lagu yang berbahasa inggris, seolah saya ditempatkan di bangku penonton pada pertunjukan drama musikal di luar negeri yang menyita perhatian banyak orang.

Pertunjukan musikal Frau kemarin berlangsung dua babak, saya lupa berapa lagu yang dibawakan di tengah acara ada istirahat di mana penonton mendapat sajian minuman nikmat, berupa susu dan teh tawar tanpa merk. Yang menarik dari Konser Tentang Rasa ini, penonton diajak untuk tidak menilai pertunjukkan musikal ini hanya dengan indera pendengar, melainkan juga penciuman dengan wangi-wangian yang semilir mengisi ruang sepanjang konser berlangsung. Wangi aromatik yang tertuang dalam ruang tersebut mengajak penonton agar lebih intim mendengar alunan musik Frau. Bagi saya, wangi-wangian itu membuat keadaan ruang yang hanya dilapisi peredam suara menjadi seperti ruang doa-doa umat di mana kita dengan khidmat dan takjub mendengar doa-doa yang dilantunkan.

Dalam konsernya, Frau membawakan tiga buah lagu yang digubah dari puisi. Pertama, Berdiri Aku karya Amir Hamzah, Berita Perjalanan karya Sitor Situmorang, dan yang ketiga ia kolaborasikan bersama Rara Sekar menyanyikan Rindu karya Subagio Sastrowardoyo. Saya yakin, para pujangga mendapat kebahagian yang amat berlimpah, pertama mereka di surga, kedua, di dunia, karyanya dinyanyikan sempurna untuk menghibur orang banyak.

Bagi saya, di antara sekian lagu yang dimainkan saya terkesan mendengar Water, lagu berbahasa inggris dari album Happy Coda. Endure my heart, ensure your mind/ I give you warmth, you tell me tales/ We’d exchange lives, but then they’d say…/ Forbidden… Forbidden… Forbidden…// Saya memaknai lagu ini sebagai kehidupan yang mengalir seperti air di sungai, yang hanya bergerak sesuai alur yang terbentuk toh ke manapun air itu mengalir akan berakhir di muara. Kehidupan yang getir minim makna, sonder harap pun asa.  Happiness doesn’t take its time to judge/ Who should get its taste/ Water flows in us as our souls are filled with joy/ And tears in our own ways//

Konser ditutup dengan lagu Melancholic Bitch yang juga terdapat di album pertama Frau, Sepasang Kekasih Yang Bercinta di Luar Angkasa. Namun, gemuruh penonton meminta Lani untuk naik kembali ke panggung dan ia kembali membawakan lagu barat, setelah itu konser selesai.

Terakhir, Konser Tentang Rasa adalah kebahagiaan yang dimaksud sebagai tuju dari sesuatu yang diidam-idamkan manusia. Dan, Frau adalah cara untuk menikmati sastra melalui kolaborasi antara sebuah piano dan seorang wanita.

 ***

album Frau bisa diunduh di sini

2 thoughts on “Rasa Tentang Frau

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s