Menikah Adalah Keyakinan

Wanita itu semakin terlihat kerepotan saat selendangnya jatuh dari pundaknya, pasalnya botol di tangan kiri, dan bayi berumur satu tahun di tangan kanan sambil didudukkan di pahanya. Melihat ini saya membayangkan betapa repotnya menjadi emak-emak, terlebih lagi pada usia muda. Sambil memasukkan dot ke bayinya ia melempar senyum ke arah saya.

“ya begini mas, kalau gak repot sih bohong, tapi sudah konsekuensi yang harus diambil” ucapnya.

Ibu muda itu masih berstatus sebagai mahasiswa. Dengan bekal persetujuan kedua orang tuanya, Ia menikah menjelang libur panjang semester enam. Lelaki yang meminangnya sebaya dengannya.

Pernikahan yang dilakukan bukan karena tragedi, melainkan dipikirkan matang-matang olehnya. Kegiatannya selain kuliah, ia terjun di organisasi keagamaan. Di acara pertama yang ia ikuti dari organisasi tersebut, ia bertemu dengan lelaki yang sebaya dengannya. Dan lelaki itu melakukan pendekatan selama beberapa minggu kemudian mengajak menikah.

“semua memang berjalan dengan cepat, mas. Saya awalnya juga kaget pas dia mengajak saya menikah” sambil melepas dot bayinya, ia melanjutkan “tapi dari cara ia meyakinkan saya dan orang tua, saya dan keluarga menerima lamarannya” bayi itu ngulet mencoba keluar dari bopongan ibunya.

Ia melepas selendangnya, kemudian menurunkan anaknya ke lantai. “walau menikah, saya tetap melanjutkan kuliah, mas.” Fitri* menggoda anaknya dengan senyuman yang sedari tadi kakinya menendang-nendang kursi.

Berjalan satu bulan dari umur pernikahannya, ia positif hamil. Tak gentar dengan takdir itu, ia meyakini dirinya bahwa akan menyelesaikan kuliahnya sampai selesai. Dalam menjalani bahtera rumah tangganya, ia dan suami mengaku menjalaninya seperti orang pacaran. “emang sih mas kita sudah menikah, tapi kehidupan di rumah seperti orang pacaran aja” ungkap Fitri.

“tidak sedikit mas yang menganggap pernikahan kami ini karena insiden” lanjutnya “tapi untuk apa memikirkan orang, toh kita juga yang jalanin” tutupnya.

Setelah itu suaminya datang, lantas menjabat tangan saya “jadi sudah sampai di mana pembicaraannya?”

Suaminya berumur 21 tahun. Perawakannya tak beda jauh dengan saya, hanya ia sedikit besar, pipinya gempal, berambut keriting. Potongannya seperti mahasiswa tingkat atas yang sedang mengurus skripsi, celana jeans, kaos, dan kemeja yang kancingnya yang dilepas.

“bagi saya pendidikan itu adalah bekal buat kami, mas. Tanpa pendidikan, kami mau kasih apa ke anak dan sekitar? Saya rasa pendidikan adalah hal penting bagi orang tua yang harus dimiliki orang tua untuk membekali anaknya. makanya, kedua dari kami memutuskan melanjutkan kuliah”

Ia menambahkan beberapa alur cerita tentang pernikahan mudanya. Baginya, menikah muda adalah keyakinannya untuk membina rumah tangga dari muda, tanpa paksaan atau pengaruh lingkungan.

Memang dari kita tak bisa lepas dari duga bahwa pernikahan muda terlebih lagi di saat kuliah adalah karena insiden. Kita kerap berbicara tentang kemudharatan pernikahan muda namun alpa tentang mereka yang berhasil keluar dari praduga kebanyakan. Fitri menguak tabir itu dengan membuat pernikahan mudanya seperti sepasang kekasih pacaran, saling suka, saling yakin, dan mengasihi.

Ditambah kehadiran anaknya membuat kehidupan berkeluarganya semakin manis. Mereka menyebutnya “anak ini adalah mutiara kehidupan kami”. Ada senyum tipis lahir ketika bayi itu hadir, ada kebahagiaan yang tercipta dari tangisan bayi, juga getir yang terasa saat harus merawatnya sembari mengais pendidikan.

**

Post-scriptum:

Ini hasil wawancara saya dengan salah seorang perempuan yang telah menikah dan memiliki anak. Namun,  ia tetap memutuskan untuk melanjutkan kuliah.

Fitri adalah nama samaran.

2 thoughts on “Menikah Adalah Keyakinan

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s