Ke Rumah Nenek

Ke Rumah Nenek

liburan yang kutunggu akhirnya tiba. rasanya tak sabar mengunjungi nenek dan bermain di kali depan rumahnya. Sewaktu aku minta ayah untuk ke rumah nenek, ayah bilang kali depan rumah nenek sudah tidak ada. Aku tanya kenapa sudah tidak ada, ayah jawab, nenek sudah pindah, ia punya rumah bertingkat sekarang. Loh, bukannya nenek paling tidak suka rumah bertingkat? Tanyaku lagi penasaran. Belum sempat dijawab, ayah sudah menyuruhku tidur.

Aku ingat liburan sebelumnya, ayah jatuh dari kapal yang terbuat dari bambu karena coba mengambil sandalku yang jatuh. “Sari, kamu jangan main di kali terus nanti tenggelam” ibu selalu saja begitu, cerewet dari kejauhan. Sedang, nenek dengan gigi ompongnya hanya terkekeh-kekeh melihatku. Tapi, ia selalu membelaku kalau aku dimarahi ibu. “gapapa, namanya juga anak-anak” katanya sambil menyeruput teh hangat.

Rumah nenek letaknya di pinggir kali. Ia tempati rumah itu sejak kakek-neneknya masih ada. Walaupun tinggal lama di bantaran kali, tapi nenek punya prinsip tidak ada sampah sebiji kurma pun yang dibuang ke kali. Karena nenek sadar, sekalinya membuang sampah ke kali, keberadaan rumahnya menjadi terancam.

Nenek adalah orang yang ceria. Mungkin kalau dibanding dengan nenek samping rumahku, keadaan nenek tidak sebaik dia. Tapi, nenek selalu bahagia dengan keadaannya. Setiap kali aku ke sana, nenek selalu memberikan cerita seputar masa kecilnya. Aku tanya, emang kali ini dulunya bagaimana nek? Nenek menjelaskan kalau kali ini dulunya bersih, dari rumahnya ikan-ikan di kali itu terlihat. Nenek dulu sering pacaran ya di kali? Gigi ompongnya lebih dulu menjawab pertanyaanku. Ia tertawa. Aku terus saja meledekinya. Diciumi lah pipiku tanpa dijawab pertanyaannya.

Belum lagi, Om Agus, tetangga nenek yang baik sekali padaku. Aku pernah diajaknya berkeliling sungai pakai perahu buatannya. Ia kayuh dayung itu sendirian, kadang aku minta berhenti kadang aku minta untuk melawan arus. Om Agus sudah menikah, ia belum punya anak. Katanya, ia selalu senang kalau ada tetangganya yang anak-anak. Oiya, kue semprong buatan Om Agus enak banget.

Rinduku sudah diujung tanduk. Aku ingin main di kali, aku ingin mengambil ikan, aku mau kue semprong Om Agus. Pagi buta aku terbangun, aku menuju kamar ayah. Ia masih tertidur. Aku goyang-goyangkan tubuhnya dan bilang kalau nanti siang antarkan ke rumah nenek. Ia jawab dengan kecupan dan anggukan. Dan menyuruhku tidur di sampingnya.

Loh, kok barang bawaannya banyak? Tak biasanya pergi ke rumah nenek dengan barang bawaan sebanyak ini. Sewaktu aku tanya pada ibu, ia jawab ini barang-barang nenek, Sari. Mau dikemanakan barang-barang nenek? Ibu menjelaskan kalau barang-barang ini akan ditaruh di rumah nenek yang baru. Jadi, nenek pindah bu? Ia tak jawab. Mataku mulai berair, harapanku main di kali depan rumah nenek hancur.

Barang-barang semua sudah dimasukkan, aku menaiki mobil. Jalan menuju rumah nenek makin lama makin banyak orang dan petugas berseragam. Aku tanya ibu, ada apa di sana ibu? Ibu menjelaskan kalau petugas berseragam itu mau merubuhkan rumah yang ada di pinggir kali. Tiba-tiba aku ingat rumah nenek, aku ingat Om Agus, tempat aku bisa melempari ikan dengan roti yang sudah kami pilin kecil-kecil, melihat teman-teman seumuranku lompat ke kali dengan gaya yang menarik perhatian, dan makan kue semprong.

Tapi, aku tidak terlalu khawatir. Sebab, ayah bilang nenek dan Om Agus akan baik-baik saja. Katanya, sudah diurus oleh teman-temannya. Teman-teman ayah juga baik-baik, ia sering sekali membawakanku sesuatu tiap kali datang ke rumah. Dari boneka hingga sepatu roda. Sampai juga di rumah nenek. Dugaanku benar, rumah nenek bersisa tembok tanpa atap. Sisanya sudah rata dengan tanah. Setelah rumah nenek, kini giliran rumah Om Agus. Begitu tembok depannya dihantam buldozer terlihat isi rumahnya. Ada jam yang masih menggantung, lukisan, dan lemari. Air mataku berlinang. dekat dari rumah Om Agus, ada orang yang digotong oleh petugas berseragam. Terlihat mukanya penuh darah dan matanya biru.

Aku tanya sama ayah, itu kenapa dipukulin yah? Ayah bilang itu karena mereka melawan. Nenek dan Om Agus juga ditendang seperti itu, yah? Nenek dan Om Agus kan orang baik, jadi tidak diapa-apakan. Aku tak kuat melihat orang-orang itu dipukuli dan ditendang. Aku berlari ke ibu, ibu ayo kita ke rumah nenek yang baru. Ya sudah, bilang ayah, jawabnya. Ayah, ayo ke rumah nenek yang baru. Ia sedang menelepon. Lantas, Ayah menggendongku dan berkata pada seseorang di telepon, segera tuntaskan semuanya. Ayah… ayo… aku terus merengek. Ayah tutup teleponnya dan mengecup keningku. Dan aku berangkat ke rumah baru nenek.

Aku berhenti di depan bangunan bertingkat. Di depannya masih ada rangkaian ucapan selamat dan karangan bunga. Aku penasaran, nenek tinggal di mana. Segera aku tanyakan pada ayah, nenek ada di mana, yah? Om Agus? Ada di lantai atas, Sari. Aku berlari lebih dahulu menuju gedung, memencet lift. Lift terbuka, lantai berapa, yah? 19. Jawab ayah.

Nenek sedang di luar, aku berlari ke arahnya. Nenek apa kabar? Nenek hanya tersenyum tak menjawab. Aku langsung masuk ke kamar nenek dan lompat-lompat di atas kasur nenek yang baru. Sari, jangan lompat-lompat. Nanti rusak kasurnya. Aku turun memeluk nenek. Ayah masih saja sibuk dengan orang di telepon.

Di pelukan nenek aku bertanya, nenek punya rumah baru, senang dong? Ia menelan ludah, buat nenek rumah yang kemarin sudah seperti istana. Katanya sambil benerin kemben yang turun karena tubuhku. Oiya, Om Agus di mana, nek? Om Agus kerja. Katanya Om Agus kangen sama kamu. Aku juga nek, aku mau kue semprong buatan Om Agus lagi. Aku dan nenek terus ngobrol sambil mengenang masa-masa rumah nenek di tempat sebelumnya. Sedang ayah masih saja di luar.

Aku heran, kenapa ayah tidak masuk. Ia masih saja sibuk dengan telefonnya. Sampai aku dan nenek sudah kehabisan obrolan, ibu mengajakku pulang. Nenek lebih banyak diam dibandingkan di rumahnya dulu. Mungkin nenek masih kaget dan belum terbiasa dengan lingkungan baru, pikirku. tetangga-tetangga nenek semua baru. ia kadang terlihat bingung dengan barang-barang yang ada di kamarnya. nenek hanya menggunakan barang yang sering ia pakai saja, sedang barang-barang yang baru ia ketahui masih terbungkus plastik.

Aku memohon izin pada nenek untuk pulang dan mengecup keningnya. Saat aku dan ibu keluar, ayah baru masuk menemui nenek. Sekilas, aku lihat ayah berlutut dihadapan nenek.

Advertisements

5 thoughts on “Ke Rumah Nenek

  1. Rumah nenek sudah pindah ke rusun bertingkat. Walau mungkin diawal akan shock karena bukan rumah tapak lagi, tapi segala sesuatu memang harus ikut aturan. Mau gimana lagi, penguasa maunya begitu.

  2. Jadi terharu, Mas :huhu. Sudut pandang seorang gadis kecil, tentang penggusuran kali pada orang-orang yang kadang bahkan bukan penyebab bencana yang setiap tahun menyambangi kota. Dari seorang penguasa yang beribu penduduk asli kampung di pulau pinggir kali. Mungkin sang ayah juga mengalami dilema, tapi apa pun yang sudah diputuskannya harus dijalankan.

    Selalu ada dua sisi dari setiap keputusan, tambah dan kurang, yang penting semoga semua masalah bisa selesai, semua luka bisa sembuh, besok-besok jangan ada lagi luka ketika akan memindahkan masyarakat menuju tempat yang dianggap (pemerintah) lebih baik :hehe :peace.

  3. IBU DITA .(Karyawan) terimah kasih banyak Aki atas bantuanya angka ghoib AKI RANGGONG benar-benar tembus mohon maaf AKI ini pengalaman saya…waktu itu saya pernah minta bantuan pada seseorang yang mengaku pintar meramal angka toto…dan saya harus belajar untuk mendapatkan angkanya sampai saya hutang sana sini tapi apa yang terjadi angka yang saya terimah ngak ada yang keluar manpus dalam hati kecil saya….dimana saya harus bayar hutan yang terlanjur menumpuk…hingga akhirnya saya di kasih inpo teman untuk menjadi member AKI RANGGONG hasil angka ritual ghoib yang di kasih AKI kirim ternyata jitu…akhirnya terbayar hutang saya ini dan saya Membeli 8 unit rumah di Karawang, Tanah Kavling, dan franchise minimarket .hanya sekedar pengalam saya…untuk yang mau mencoba angka ghoib dari AKI RANGGONG silahkan hub/sms di nomor ( 085-222-967-279 ) ngak usah ragu-ragu…karna saya sudah merasakanya..terimah kasih AKI RANGGONG..salam bahagia…!!!

    IBU DITA .(Karyawan) terimah kasih banyak Aki atas bantuanya angka ghoib AKI RANGGONG benar-benar tembus mohon maaf AKI ini pengalaman saya…waktu itu saya pernah minta bantuan pada seseorang yang mengaku pintar meramal angka toto…dan saya harus belajar untuk mendapatkan angkanya sampai saya hutang sana sini tapi apa yang terjadi angka yang saya terimah ngak ada yang keluar manpus dalam hati kecil saya….dimana saya harus bayar hutan yang terlanjur menumpuk…hingga akhirnya saya di kasih inpo teman untuk menjadi member AKI RANGGONG hasil angka ritual ghoib yang di kasih AKI kirim ternyata jitu…akhirnya terbayar hutang saya ini dan saya Membeli 8 unit rumah di Karawang, Tanah Kavling, dan franchise minimarket .hanya sekedar pengalam saya…untuk yang mau mencoba angka ghoib dari AKI RANGGONG silahkan hub/sms di nomor ( 085-222-967-279 ) ngak usah ragu-ragu…karna saya sudah merasakanya..terimah kasih AKI RANGGONG..salam bahagia…!!!

  4. Assalamualaikum.Wr.Wb.
    SAYA IBUERNADITA SEORANG PENJUAL GORENGAN
    INGIN BERBAGI CERITA KEPADA ANDA BAHWA SAYA INI DULUNYA ORANG YANG PALING MENDERITA DI DUNIA.SETIAP HARI SAYA SELALU MENGELUH TENTANG MASALAH KELUARGA SAYA, BAHKAN KAMI PERNAH TIDAK MAKAN DALAM 1 HARI , 1 MALAM, KE ESOKAN HARI NYA ADA TETANGGA KAMI YG MEMBAWAKAN MAKANAN DAN TIDAK DISENGAJA DIA JUGA BERCERITA TENTANG MASALAH HIDUPNYA DULU DAN AKHIRNYA DIA MEMBERIKAN NO AKI KAYANA SAKTI ..TIDAK BERPIKIR PANJANG SAYA LANSUNG MENGHUBUNGI AKI KAYANA SAKTI DAN ALHAMDULILLAH BELIAU SANGAT MEMBANTU SAYA, DAN SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH KEPADA AKI KAYANA SAKTI ATAS BANTUANNYA YANG TELAH MEMBERIKAN ANGKA GHOIB, SYUKUR ALHAMDULILLAH TERNYATA ITU BENAR-BENAR TEMBUS DAN KINI SAYA SANGAT BAHAGIA MELIHAT KEHIDUPAN KELUARGA SAYA YG SUDAH JAUH LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA ,,DAN KAMI JUGA SUDAH BERENCANA INGIN MEMBUKA TOKO SENDIRI, DAN SEMUA UTANG-UTANG SAYA YANG ADA DI BANK ALHAMDULILLAH JUGA SUDAH BISA TERLUNASI, ITU SEMUA BERKAT BANTUAN AKI KAYANA SAKTI, DAN KAMI SEKELUARGA AKAN SELALU MEN DOAKAN AKI SEMOGA DI BERIKAN REJEKI YANG BERLIMPAH, SEHAT SELALU DAN PANJANG UMUR,,…
    BAGI ANDA YG INGIN SEPERTI SAYA YG MEMERLUKAN BANTUAN AKI KAYANA SAKTI SILAHKAN HUB/SMS DI NOMOR (0823-3664-2456 ) SILAHKAN ANDA MEMBUKTIKANNYA SENDIRI TERIMAH KASIH…

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s