Catatan Singkat Tentang Manusia

Saya memiliki kecenderungan untuk tidak lantas percaya pada ucapan atau ketetapan seseorang akan suatu hal. Bukan saya benci dengan orang bersangkutan, tetapi lebih kepada mereka adalah seorang manusia. Seperti juga saya, manusia ialah makhluk dinamis yang berubah pikirannya dalam hitungan jam, menit, bahkan sepersekian detik. Perubahan pada manusia dilandasi dengan sebuah peristiwa.

Peristiwa dan manusia, keduanya bisa menjadi sebab, bisa akibat, mereka saling mempengaruhi. Sederet peristiwa ini yang menggerakan manusia hingga titik terdalam. ketika manusia tak lagi bisa diberitahu oleh manusia lain untuk berubah, ia akan efektif jika sebuah peristiwa atau kejadian datang dengan sendirinya, seperti kehilangan.

Orang tua sudah mewanti-wanti dari awal yang ngekos untuk jaga barang-barang, kalau bisa setiap barang dimasukkan ke dalam kamar supaya aman. Saya tidak menggubris ucapan itu matang-matang karena saya paham kalau kita memang secara tidak langsung diwajibkan untuk menjaga barang sendiri. Hasilnya, setahun lalu, saya kehilangan empat pasang sepatu di waktu yang bersamaan. Saya sempat ke kampus memakai sandal. Sepatu adalah hal sederhana, tetapi kehilangan tetaplah kehilangan. Ia yang mampu menggamit isi hatimu lalu tiba-tiba mengosongkannya. Lantas membuatmu seperti manusia berdaging tanpa semangat hidup.

Barangkali manusia memang bebal, ia tak mempan diberitahu oleh manusia lain. Sebab kadang manusia mengajari sekaligus menilai. Berbeda dengan peristiwa, sebuah kejadian mengajari dengan memberi gambaran langsung dan tanpa menilai. Sehingga hanya sebuah peristiwa diyakini mampu membuat manusia berubah. Barangkali, ini yang dimaksud Rocky Gerung bahwa identitas manusia tak akan pernah final selama manusia itu hidup.

Advertisements

One thought on “Catatan Singkat Tentang Manusia

  1. Aha, pengalaman memang guru yang terbaik. Tapi yang bagus adalah jika dari pengalaman itu bisa belajar–ada tipe manusia yang kadar sombongnya terlalu tinggi sehingga butuh peristiwa yang ekstrem juga untuk dapat menyadarkannya. Semoga kita bukan kaum manusia yang demikian. Terima kasih sudah mengingatkan!

leave your thought

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s