Sunyi

Kau memintaku lagi
Sebuah kelati dari besi tua yang dipanaskan
Di mana kau bisa memangkas jarak

atau memotong simpul yang terikat mati
atau mengajakku ke lembah di sudut desa
yang menggelapkan haru ke dari balik cahaya

di tepi pohon palem yang daunnya rontok, kau bilang:
kita dalam keheningan yang sama

aku butuh teman.

dalam gigil gelap dan
cahaya gemilap
yang membisik:
akan kuusir si sunyi

atau kutarik
matahari yang bersembunyi
untuk mempercepat pagi

agar kau tak sendiri.

Jatinangor, 13 Desember 2015

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s