Menanam Padi di Aspal

 

I

Di rongga keramik,

Di sela dinding,

Di dalam kocek

Silir semilir angin bertiup

Burung hinggap bercerecap

Padi malu-malu menjerahap

Air, air, air mengapa kau tak mengalir?

 

II

Di istana ada pesta

Pita menjulur

Dari pilar ke pilar

Aparat menjaga,

Pegawai menyertai,

Juga pejabat hadir di sana

dengan dua agenda utama

menggunting pita, dan

berdansa dengan pena

 

III

Di dalam tudung saji

Tidak ada lauk

Bahkan nasi

Yang tersisa hanya ambisi

Sebab nurani

terlanjur terbeli

 

 

 

 

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s