Ajakan #12HariMenulis

Saya sempat berharap bisa mengunggah 3 – 4 tulisan dalam sebulan di blog. Selama masa kuliah, angka itu bukan hal yang terlalu sulit. Malah saya cenderung “nabung” untuk bulan berikutnya. Di akhir tahun 2017, harapan itupun menyeruak kembali dalam kepala saya.

Harapan itu langsung pupus di bulan pertama 2018. Saya hanya berhasil mengunggah satu tulisan saja di bulan pertama. Bulan – bulan selanjutnya tidak jauh berbeda.

Kehidupan setelah memiliki pekerjaan berbeda dengan masa kuliah. Rencana jangka panjang di masa kuliah bisa terlaksana tanpa hambatan, sedang di masa kerja, rencana jangka pendek pun kadang bisa tiba – tiba menghitam di kepala. Rutinitas dalam kantor barangkali meminggirkan hobi saya sejenak, awalnya biasa, lama – lama jadi kebiasaan. Saya merasakannya dari jarangnya saya mengisi blog.

Sebetulnya tidak ada tuntutan untuk terus diisi. Hanya saja saya berpikir, blog ini adalah ruang saya hidup. Ruangnya tidak terlalu besar, hanya tempat tidur dan kloset, serta satu jendela yang tak pernah saya tutup. Di ruang ini, saya tidak perlu berdebat bagaimana cara menyalakan lampu, menyikat wc yang baik, atau menarik sprei kasur ke ujung – ujung dipan. Saya hanya mengeluarkan sesuatu yang menurut saya berkesan, menyita perhatian saya, sebagai eskapisme atas rutinitas yang saya lakukan tiap harinya.

Sudah sejak dua tahun terakhir, ruang itu jarang saya kunjungi. Berdebu dan berjamur di sela – sela sudutnya. Tahun depan (2019) saya mau sering – sering singgah ke ruang yang lama saya tinggalkan itu. Untuk menjaga niat, saya juga ajak teman – teman untuk “kembali” ke ruangnya. Ini seperti berjalan di kuburan tengah malam saja, sendiri masih mikir – mikir, kalau beramai – ramai pasti berangkat.

Saya hanya mengusulkan ide #12HariMenulis buat memastikan kalau saya benar – benar datang ke ruang itu. #12HariMenulis bukan ide yang harus dikeluarkan secara beruntun. Saya hanya menargetkan, satu tulisan satu bulan. Saya juga tak membatasi berapa banyak yang mau dituliskan per bulannya. Kalau saya bisa menulis lebih dari satu, bukan juga soal, toh saya menuliskannya di ruang milik saya. Dalam #12HariMenulis saya akan menuliskan hal – hal yang terjadi dalam keseharian saya, tapi tidak membahas mengenai pekerjaan, apalagi politik. Semuanya hanya tentang berbagai bagaimana cara saya melihat sesuatu, misal mengenai jalanan yang macet tapi orang tetap membawa mobil pribadi, sesaknya bis kota, perasaan nonton konser, dan macam – macam. Tulisan ini hanya terdiri dari 450 – 650 kata (tanpa spasi) saja maksimal. Tiap tulisan saya untuk #12HariMenulis akan saya unggah pada tanggal 27 setiap bulannya. karena selama 27 hari sebelumnya, tentu ada beberapa hal yang bisa kita bagikan ke orang lain—meski tak pernah diminta.

#12HariMenulis bukanlah milik saya. ikut serta dalam kegiatan ini juga tidak perlu daftar. Karena memang tidak ada paksaan dan sanksi. Toh, ide ini juga tujuannya hanya untuk saya agar konsisten mampir ke ruang yang lama tidak saya kunjungi. Hanya saja, kalau tulisannya ingin dibaca khalayak, bisa dibagikan tautan tulisannya di media sosial (twitter, facebook, instagram, dan sejenisnya) dengan menggunakan tagar #12HariMenulis.

Akhir kata, saya mengucapkan selamat menyongsong tahun baru 2019.

Semoga selalu cihuy untuk kita semua.

 

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s