Hal yang Perlu Kamu Ingat Ketika Hidup Tak Berjalan Sesuai Kemauanmu

Pernahkah kamu menangisi sesuatu karena hidup tidak berjalan sesuai dengan kemauanmu? Lalu kau bangun mengutuki perasaan yang entah bagaimana caranya kau coba lupakan, tapi terus mengganggu pikiranmu. Padahal sesaat sebelumnya kau tertawa begitu keras seolah kau memenangkan perlombaan dan tawamu coba menyuarakan kaulah satu dari sekian juta orang yang berhasil melewati tantangan berat dalam hidup. Padahal, kau tidak.

Kau, begitu pun aku, hanya mengelabui pikiran. Sebab kita terlalu tega untuk mengingat detil bagaimana kenyataan menghantam hidup begitu kejam. Mungkin sampai kita tak berani mengingat sudut – sudut tempat atau lagu – lagu yang dapat membawa kita pada ingatan yang menyakitkan. Beberapa ingatan tetap pada tempatnya. Merepotkan kita. dan untuk melupakannya, kita kerap mengelabuinya. Meski di titik terdalam, kita diam – diam mengingatnya.

Kadang kita merasa bahwa kita sudah cukup dewasa untuk menghadapi segala hal yang berseberangan dengan kita. tapi, tanpa sadar kita perlahan akan kalah. kita akan sadar bahwa kita selama ini hanya berpura – pura kuat. Kita mencari siasat agar terus tegap, padahal bagian dari diri kita telah rapuh.

Lantas, kenangan hadir. Ia akan menjelma menjadi ruang gelap yang membuatmu sesak dengan kekhawatiran, ketidakpastian, dan perasaan menekan. Pada saat itu, kita hanya bisa meratap, menangis, dan mengutuki diri sendiri. Kita adalah kegetiran yang terlalu sombong mengakui kenyataan. Pada arogansi tersebut, kita lupa bangun pagi, bersujud, kemudian merapal doa. Kita bagai robot yang tak menjalani kehidupan sehari – hari tanpa makna, berpura – pura menganggap semuanya baik – baik saja.

Kita tidak bisa menerka ke mana hidup akan membawa kendati kita nakhodanya. Pusaran kecil di tengah laut bisa jadi pemandangan unik, namun nyatanya berbahaya. Ia bisa menggilas badan kapal beserta isinya. Kita bisa saja menyiapkan seribu siasat untuk bertarung, tapi cobaan bahkan ancaman bisa datang dari sudut yang tidak kita sangka selayaknya tukang parkir minimarket yang tiba – tiba menarik motor kita.

Barangkali yang saat ini kita butuhkan bukanlah siasat, melainkan stok ketabahan. Ia bukanlah hujan bulan Juni. Ia adalah amunisi dari hidup yang kian tengik dari peristiwa – peristiwa kecil yang kita hadapi sehari – hari dalam menghadapi manusia bermuka dua sampai karib yang menyiapkan pisau dibalik senyumnya. Ia adalah buih rutinitas yang patut kita sadari. Bahwa hidup bukanlah perwujudan harapan, bahwa hidup tidaklah bisa sejalan dengan angan – angan, namun hidup perihal mengelola ketabahan.

Kita harus belajar menaja kehidupan yang profan bahwa ia tidak selalu vice versa. Jika kita berbuat baik, maka kebaikan akan datang pada kita. Tapi, bisa sebaliknya. Sebaik apapun kehidupan kita lakoni, malah kita bisa mendapatkan sesuatu yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Barangkali ini semacam petuah kakek – kakek tua yang bertemu anak kecil yang baru saja kehilangan sepedanya, tapi memang kita patut mengakui bahwa sewaktu – waktu membutuhkan petuah sederhana semacam itu untuk membawa kita pulang.

Semakin tua kita semakin sadar bahwa hal yang sempat kita rayakan sebagai kebebasan perlahan mengekang. Ia bagai kemenangan yang kita dapatkan terus – terusan sampai kita merasa bosan, sampai kita merasa biasa saja, sampai ia menjadi beban, sampai kita melakukan hal yang tak masuk akal demi membahagiakan diri.

Hidup bukanlah barisan perwujudan harapan. Ia lebih daripada itu. Kita akan sama – sama belajar dengan sangat keras bahwa ia adalah nama lain dari ketidakpastian dan kecemburuan. Barangkali dengan mengakuinya kita akan lebih siap. Pada belantara kehidupan yang tak jelas rimbanya, kita tidak perlu pura – pura kuat. Dengan kesabaran yang maha tabah, tak ada salahnya kita membuka ruang untuk menangis, meski sejenak. Lalu, simpanlah kisah perjalanan ini di bawah bantal, sambil sesekali mengintipnya sebelum tidur.

 

 

p.s.

ditulis sambil mendengarkan lagu Secukupnya – Hindia.

 

 

 

 

One thought on “Hal yang Perlu Kamu Ingat Ketika Hidup Tak Berjalan Sesuai Kemauanmu

  1. atau, tuliskan kisah itu pada jurnal, blog, diary yang dipunya.
    Sebab, kata mereka yang bijak, sesuatu yang sudah dituliskan dengan tujuan sebagai pengingat, ternyata itu celah terbaik untuk keluar dari pikiran, dan melupakannya :mrgreen: .

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s