Pada Saat Kau Tiba

Pada saat kau tiba, orang pertama yang akan kamu temui ialah seorang perempuan setegar batu karang.
Ia yang menjalani hari dengan kepala tegak
Meski hidup membuatnya selalu tertunduk
Ia adalah wujud nyata kasih sayang tuhan. Ia mencintaimu begitu rupa.
Ia melawan dunia demi kau ada.
Ia akan menggendongmu berkeliling rumah
Ia akan mencipta kosakata rahasia bersamamu
Kau ada di masa maha kasih.

Pada saat kau tiba, orang-orang akan bergerombol mengerumuni tempat suci
Tempat yang lain ia anggap sebagai sebuah mesin tua yang tak berarti
Hanya bisa mengerang, kesulitan bergerak, lama-lama mati
Ketika kisah sebuah kota terus didengungkannya
Mereka membual, muntah, lalu berdendang ria, menjadi rakus kembali
Kau ada di masa maha picik

Pada saat kau tiba, orang-orang tetiba bisa saja lupa
Mereka merasa bisa menjadi siapa saja: begundal ataupun fatalis
Mereka kerap berpura-pura bahwa dirinya saat itu adalah sebuah kenyataan yang tak bisa ditolak.
Maka perbedaan pikiran bukanlah sebuah rahmat
Ia hanya menjadi mudharat yang kelak harus rusak salah satunya
Tersungkur dan terlupakan
Kau tiba di masa maha tak tahu diri

Pada saat kau tiba, manusia di sekelilingmu hanya menjadi corong bagi manusia lainnya. setiap merek memiliki kode berupa senyuman atau kedipan yang dengan itu ia bisa tiba-tiba menjadi manusia paling berharga bagimu atau menjadi yang paling tengik. Semua dilakukannya dengan sadar bahwa mereka hanya mau sesuatu yang diinginkannya. Sementara yang lain hanyalah ruang yang bisa ia isi saat ia lapar, haus, atau kedinginan.
Kau masih ada di masa tak tahu diri

Pada saat kau tiba, kau menyadari bahwa segala peristiwa di kolong langit bukanlah takdir tuhan, melainkan adalah buat rekan terdekatmu. Yang sepertinya mereka sengaja melakukannya dan tidak mau kau merasa selangkah di depan atau selangkah bersamanya. Lantas, ia terus berpura-pura bahwa kau memiliki kesalahan yang tak termaafkan. Kau akan mengutuk dirimu atas tindakan yang tak pernah kau lakukan.
Kau tiba di masa maha tak tahu malu

Pada saat kau tiba, kau tak percaya lagi manusia di sekitarmu. Kau berada dalam ruang kecil di mana kejujuran bukanlah hal yang diperhitungkan. Sejauh kau bisa membuatnya bahagia, maka kau ada. Sejauh kau berlaku sebenarnya, maka kau tiada. Jika tidak mampu mengikutinya, maka kau bagai lap kotor yang terdampar secara tidak sengaja di bawah sisa kardus. Nista juga hina. Kau tinggal menunggu waktumu mampus. Pupus.
Kau tiba pada saat tuhan membenci semuanya.

Pada saat kau tiba, orang-orang di sekitarmu sepaham bahwa atas kebenaran yang dilakukan adalah sebuah kepalsuan. Kebaikan menjadi hal paling banal yang bisa dilakukan manusia. kasih sayang hanyalah selipan sisa makanan yang tersangkut di gigimu yang berongga.
Perhatian, cium, peluk adalah barang kodian yang tidak pernah laku lagi.
Semakin kau menjauh semakin kau diakui
Semakin kau mendekat semakin kau dianggap tersesat
Kau tiba di masa maha tak paham adab.

Pada saat kau tiba, tidak lagi satupun orang yang akan kau percaya sebagai tempat berpulang. Kau akan mencari kepulanganmu padahal kau tahu bahwa tak ada lagi tempat. setapak demi setapak bukanlagi sebuah upaya melainkan adalah kesia-siaan belaka. Tiap simpang yang kau temui adalah kebingungan yang memutusasakan. Kau tak tahu lagi ke mana harus pergi. Kau hanya perlu angkat kaki dan melanjutkan langkahmu lagi. Langkah yang kau pegang sendiri kompasnya, langkah yang kelak sesuatu yang mampu membuatmu mengespresikan segala imaji tanpa batas.
Kau terlahir di masa maha bebas.

kelak kau akan melihat diriku
bagai seekor domba yang tersesat di jalan sepi
kau kelak akan tahu bahwa sepi memberimu ruang dan waktu
yang menjadikan dirimu
bagai karang yang tegar seperti ibumu.

p.s.
ditulis sambil mendengarkan FSTVLST – Hal-Hal Ini Terjadi

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s