Maghrib

Jika aku bisa saja mengutuk orang yang tiba-tiba tanpa kabar, aku bersumpah untuk menjadikannya ban dalam sepeda motor. Aku mungkin naif bisa begitu saja percaya bahwa setiap orang yang memulai, atau bahkan mau, adalah jawaban dari lamunan yang tiap malam aku rapalkan. Sebagai orang yang mengikuti ajaran jika kamu berlaku baik pada seseorang, siapapun bisa saja berbuat baik terhadapmu. Kejadian-kejadian yang aku alami jauh sekali dari pameo itu. Bagiku, sebaiknya pameo itu dimodifikasi menjadi “jika kamu berlaku baik pada seseorang, siapapun bisa saja berbuat baik terhadapmu.*” perlu ada tanda bintang yang kemudian menjelaskan secara perlahan berbunyi “kalau sempat.” Ya, mungkin berbalas baik adalah perihal kesempatan, jika ada, orang akan melakukannya, jika tidak, anggap saja itu adalah kebaikan yang tak tersampaikan.

Aku mungkin tidak mudah untuk dekat atau mengenali seseorang secara dalam, tapi sekalinya ada kesempatan aku berupaya sebaik mungkin, seperti berbohong pada orang tua supaya kami bisa bertemu. Jika aku memilih untuk mengorbankan sesuatu, aku rasa kamu patut merasa beruntung karena setengah dari harapanku mulai tertunaikan. Namun, celaka itu tiba ketika setengahnya berada padamu.

“kamu tidak bisa mengharapkan tiap hal untuk sesuai dengan maumu,” katanya membuka perbincangan “kecuali kamu mampu mengontrol ekspektasimu.”

Harapan memang kerap kali tumbuh tanpa aku minta. Sama sepertimu, hari ini mungkin aku menginginkan sepatu, vacuum cleaner, dan sejumlah pakaian supaya aku memiliki banyak pilihan ketika pergi, bisa saja besok aku hanya ingin memiliki seseorang untuk menerima semua ceritaku. Aku pikir dengan kita memiliki latar belakang sama akan memudahkan kita berbincang, bertukar pikiran, atau jika memungkinkan, juga bertukar rasa. Tapi, kesamaan itu hanya mampu membawa kita sampai pada pertemuan profan.

Semenjak kumengenalmu, setidaknya aku memiliki satu kemampuan, yakni mampu merasa bersalah tanpa melakukan sesuatu. Barangkali ini menjadi keahlianku yang dimulai ketika aku merasa doa-doaku hanya sampai langit-langit rumah. Kadang aku merasa gumpalan awan yang sering berada di atas rumahku adalah kumpulan doa-doaku yang tersangkut sehingga ia tak mampu menembus ruang perkabulan. Akibatnya, ia menghitam dan kemudian tandas melalui hujan, petir, bahkan badai yang merusak bangunan.

Sedangkan mungkin dirimu lebih memilih untuk tetap diam dan menghilang. Jika orang kaya menurutmu bisa melakukan segalanya, mungkin itu juga yang bisa dilakukan oleh orang yang dicintai. Orang yang dicintai memiliki kemampuan menghilang. Tanpa harus melakukan apapun, menghilang mampu membuatmu pusing, demam tinggi, ruam merah, mata sembab, menyendiri, dan sudah tentu membuat orang merasa bersalah.

Jika kamu kesulitan membayangkannya, aku bisa berikan contoh. Aku teringat ketika aku berbalas pesan dengannya dari Ashar hingga Maghrib, sampai kamu izin untuk menjalankan ibadah, komunikasi terhenti. Kupikir saat itu, satu-dua jam tidak berbalas adalah hal yang wajar. Tapi, rasa-rasanya tidak untuk satu-dua bulan. Aku tetiba berpikir, “kamu beribadah atau jihad ke Palestina?”

Barangkali sepele, tapi kamu juga paham bahwa kejujuran adalah laku terbaik dari berhubungan. Jika kamu benar-benar jihad ke Palestina, paling tidak aku bisa mendoakanmu sebelum keberangkatan. Namun, kalau kamu tidak menyampaikan apapun, doaku pun lagi-lagi berhenti sampai langit-langit rumah.

Sejak itu, aku berpikir bahwa setengah dari sesuatu yang kukorbankan adalah kehilangan. Namun, sebelum aku kehilangan kata-kata, kehilangan waktu untuk mengingatmu, jika ada kesempatan kita kembali bertemu, aku harap kamu menjawab pertanyaanku saat itu,

“sudah selesai ibadahmu?”

One thought on “Maghrib

anotasi

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s