Perihal Martabak dan Hal-Hal yang Tertinggal

Kadang kau begitu takjub dengan hari-harimu yang terlampau indah sehingga membuatmu lupa bahwa malam telah berputar lebih dari sekali. Semua yang kau khawatirkan sirna oleh kebahagiaan. Lalu, kebahagiaan itu sendiri akan melebur, entah di dasar laut entah hutan belantara, entah mengembun dalam pagi, entah hilang saat muncul matahari. Lantas kau sadar bahwa kebahagiaan memang semu, … Continue reading Perihal Martabak dan Hal-Hal yang Tertinggal

Yang Tak Sempat Tersampaikan

Hari ini aku seperti babi yang baru makan dua kilo rumput rumput liar. Kelehahan, bau, dan ingin rebahan. Tapi aku bahagia. Aku bisa melakukan sesuatu tanpa harus menanyakan kabarmu atau apa yang sedang kamu lakukan—yang kerap kali membuat kepalaku lelah. Aku sengaja tidur larut malam, lalu bangun telat. Aku berencana membuat somay dengan resep sederhana … Continue reading Yang Tak Sempat Tersampaikan

Pesan Kepada Bukit

Menggelikan sekali setiap kita berlomba tentang yang paling tahan untuk memulai percakapan. Ada rasa keki tiap kali mendengarmu berucap bahwa kamu tidak ingin memulainya. Mungkin kamu malas atau takut luka, aku bisa paham. Tapi, aku juga tidak tahan untuk berpura-pura bahwa aku bisa lebih daripada kamu. Aku mungkin bisa samar-samar untuk menunjukkan bahwa aku kuat, … Continue reading Pesan Kepada Bukit