Pada Kesempatan yang Lain

Kelak di kemudian hari kita akan bertemu dalam situasi kikuk dan mungkin terasa asing. Kita akan sama-sama gelagapan tentang sebuah perjumpaan. Kita akan bingung memulai pembicaraan dari mana, apakah aku yang memulai dengan pertanyaan konyol dengan kata tanya, “bagaimana?” atau langsung berceracau dengan kata tanya, “mengapa?” kita sama-sama ingin memulainya dengan baik-baik namun diselimuti kegamangan … Continue reading Pada Kesempatan yang Lain

Yang Kelak Menguning dan Terlupakan

Hal yang paling menyebalkan dari menunggu adalah mengetahui ketika waktunya akan atau telah tiba. Kita bisa keki, sebal, gundah, mengutuk berbagai hal, menanyakan hal yang tidak ada jawabnya: “kenapa yang begini selalu begitu?” Kita resah. Kita tahu bahwa pertanyaan itu tidak akan membawa kita kembali. Ia hanya sebagai katarsis yang tugasnya hanya membuang residu-residu emosi … Continue reading Yang Kelak Menguning dan Terlupakan

Perihal Harapan Kecil

Kelak ketika kau bangun dari tidurmu, kau akan gembira begitu saja. Mungkin rasanya seperti mengetahui ada namamu di spanduk kelulusan yang dipasang di pagar sekolah. sebuah perasaan yang bisa jadi kembali hadir setelah sepuluh tahun lebih pernah mampir padamu. Tidak ada beban menggelayut bagai tuyul yang menggenapkan mitos anak SD. Maka, bisa kupastikan sisa hari … Continue reading Perihal Harapan Kecil

Yang Sempat Tersimpan dan Terlewatkan

Kita mungkin tidak bisa memilih untuk tidak menangis karena hal yang membuat kita telah jauh. Kita mungkin saja sudah cukup dewasa bahwa memang ada hal-hal yang tidak bisa kita hindari untuk membuat kita berubah merespons sesuatu. Meskipun, kelak kita sadar, kita sama-sama melakukan salah. Perasaan kadang sedemikian merepotkan seperti anak kucing yang kerap mengeong minta … Continue reading Yang Sempat Tersimpan dan Terlewatkan