Jalan yang Kita Pilih Sendiri

Saya akan memulai ini dengan terima kasih kepadamu yang memberi waktu dan kesempatan. Barangkali tanpamu, kupikir saya tidak pernah belajar perihal perpisahan. Saya pikir program wajib belajar 9 atau 12 tahun tidak pernah disiapkan untuk menghadapi hal semacam ini. Dari kecil, kita kerap diminta menjejaki anak tangga untuk sampai ke puncak tangga yang entah ujungnya. … Continue reading Jalan yang Kita Pilih Sendiri

Maghrib

Jika aku bisa saja mengutuk orang yang tiba-tiba tanpa kabar, aku bersumpah untuk menjadikannya ban dalam sepeda motor. Aku mungkin naif bisa begitu saja percaya bahwa setiap orang yang memulai, atau bahkan mau, adalah jawaban dari lamunan yang tiap malam aku rapalkan. Sebagai orang yang mengikuti ajaran jika kamu berlaku baik pada seseorang, siapapun bisa … Continue reading Maghrib

Kabar

Aku pikir kita sama-sama paham bahwa kabar terbaik adalah kabar yang tersampaikan. Sebab ia melegakan dari ketidaktahuan yang sempat terpendam Kita bisa saling menuding atau mengharap saat saling diam. Aku bisa saja menganggap bahwa kebijaksanaan perihal merelakan, sedang kamu merasa bahwa amarah dan dendam adalah jawaban. Barangkali betul jika pikiran adalah bagian terliar dari manusia. … Continue reading Kabar

Yang Tumbuh dan Yang Abai

Pada hari-hari yang mudah lelah, saya selalu takjub pada orang-orang yang senantiasa konsisten, atau setidak-tidaknya, mampu meluangkan waktu untuk sekadar menyampaikan gagasan, suara, atau kepedulian lain dalam bentuk apapun untuk memberi sumbangsih dalam menuntut peran Negara menyelesaikan kasus pelanggaran HAM. Orang-orang ini yang kemudian bagi saya adalah kemenangan. Paling tidak, karena mereka memiliki cadangan energi … Continue reading Yang Tumbuh dan Yang Abai