Aroma dari Percakapan

“saya terakhir ke sini kira-kira tiga puluh tahun lalu. dulu mudah melihat alat-alatnya secara langsung. Sekarang beli saja antri” keluhnya tiba-tiba pada saya saat kami mengantre untuk membeli kopi di Koffie Fabriek Aroma, Bandung, Rabu (4/11) lalu. Pria paruh baya itu tak menyangka harus mengantre panas-panasan dari luar kedai. Dari antrean yang mengular memang sebagian … Continue reading Aroma dari Percakapan

Sebagaimana Manusia

Setiap kali saya melihat aksi yang dilakukan oleh organisasi agamis, setiap itu juga umpatan-umpatan muncul dalam kepala saya. Adalah percuma menyuarakan menjunjung tinggi moralitas tapi disuarakan dengan sebilah parang, lantas melakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas. Hal itu membuat saya berpikir bahwa orang yang ada di dalamnya termasuk ke dalam orang kaku. Orang yang menginginkan penduduk … Continue reading Sebagaimana Manusia