Surat Imajiner: Peluru

Van, Izinkan aku memulai surat ini dengan kata maaf. Maaf jika surat ini secara tiba-tiba kutujukan padamu. Bukan tak beralasan, melainkan aku bingung harus ke mana lagi surat ini kutujukan. Awalnya, ingin kutujukan langsung kepada Presiden. Tapi, aku sangsi. Melihat surat-surat kamisan yang dikirim pun hanya bisa dititip ke pengawal istana. Selebihnya, tergantung dia, menyerahkan … Continue reading Surat Imajiner: Peluru

Koki

Ini bukan kali pertama ia tidak lantas percaya pada masukan yang diberikan kepadanya. Kerapkali, ia selalu mengkhawatirkan apa yang terjadi dengan mudah. Entah ia tidak percaya diri entah ketakutannya terhadap hal-hal instan terlalu besar. Ada pertanyaan besar, kenapa sesuatu terjadi terlalu cepat dan mudah. Bagi dirinya, dunia tidak semudah ini. Pekerjaan yang diselesaikannya pasti ada hal … Continue reading Koki

Percakapan Singkat

Pagi-pagi, Usman kaget. Ia merasakan tubuhnya kosong. Kehampaan membangunkannya dari tidur lelap setelah sepanjang siang menangis. Sinar matahari mengintip dari bilik rumahnya, terdengar sisa-sisa tetesan hujan dari pohon bekas hujan semalam mengetuk-ngetuk atapnya. Sedangkan, bapaknya sudah mulai bekerja seperti sedia kala, pergi ke hutan untuk mengambil beberapa bilah kayu, setengahnya dijual sisanya dibawa pulang ke … Continue reading Percakapan Singkat

Sekadar Ucapan

Semoga ucapan ini sampai tepat waktu atau kalau sampai sebelum waktunya, semoga mama atau papamu yang menerimanya supaya nanti disembunyikan satu hari dan memberikan padamu esok hari. Selamat pagi, E Bagaimana kabarmu? Pastikan aku, kau selalu dalam keadaan baik-baik saja. Tidak dalam keadaan flu atau sakit kepala. Tapi aku yakin kau bukan wanita ringkih. Makanmu … Continue reading Sekadar Ucapan