Deugalih di Antara Kolonial dan Milenial

Sekitar dua minggu lalu, saya berencana menemui Galih di kedai makanan di bawah Omuniuum. Pertemuan itu sebetulnya tidak sengaja. Secara kebetulan, kami berada di satu kota yang sama, Bandung. Alasan lain, saya hendak mengintip proses pembuatan album barunya. Dari arah Dago, saya dan Eka melaju ke Cieumbeuleuit dengan motor sewaan yang suara mesinnya terdengar tak … Continue reading Deugalih di Antara Kolonial dan Milenial